- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Alhamdulillah, Banjir dan Longsor di Kabupaten Ponorogo Nihil Korban Jiwa

Jakarta, VokalOnline.Com – Banjir dan longsor dilaporkan melanda Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Peristiwa terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi melanda kawasan tersebut pada Minggu (13/2) pukul 22.00 WIB.
Sebanyak 15 unit rumah terendam, dan 2 lainnya roboh tertimpa material longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo melaporkan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Material longsor sempat menutup badan jalan dan menimbulkan kemacetan. Namun tidak lama berselang BPBD bersama TNI/Polri, relawan, dan instansi terkait serta warga sekitar langsung membersihkan material longsor.
Menurut salah satu staf Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Ponorogi, Dwi Wijayanto, kondisi di lapangan sudah kembali kondusif.
"Saat ini kondisi aman dan terkendali," jelas Dwi yang memberikan keterangan melalui pesan singkat.
Prakiraan cuaca BMKG hingga Senin (21/2) mendatang, provinsi Jawa Timur berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang. Sementara untuk Kabupaten Ponorogo berpotensi mengalami hujan ringan sampai sedang dengan periode yang sama.
Menyikapi hal tersebut, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk menghadapi potensi bahaya bencana hidrometeorologi.
"Apabila terjadi hujan lebat dengan durasi lama, maka warga di daerah aliran sungai dan yang berada di lereng diimbau untuk waspada dan melakukan evakuasi mandiri apabila diperlukan," jelas Dwi.***
Berita Terkait :
- Penambangan Pasir Laut PT Logo Mas di Pulau Rupat Hilangkan Pulau-pulau Kecil0
- Pahami Apa itu Vaksin Booster serta Efek Sampingnya0
- Ini dia 5 Rekomendasi Film Romantis yang Cocok Ditonton di Hari Valentine0
- Teknologi menjadi salah satu cara perangi COVID-190
- PM Hungaria: Invasi Rusia Akan Buat Jutaan Warga Ukraina Mengungsi0
_Black11.png)









