- Pemkab Siak Soroti Truk ODOL yang Melintas di Jalan Sungai Rawa, Perusahaan Diajak Terlibat
- Bengkalis Kembali Raih Opini WTP, Torehkan Prestasi 13
- Diskominfotik Kabupaten Bengkalis Melaksanakan Program DSS
- Kejari Meranti Kembali Terima Limpahan Kasus Datangnya dari Polda Riau
- Kapolsek Batang Cenaku Dorong Pengembangan Budidaya Ikan Nila untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Camat Enok dan Kapolsek Enok Turun ke Lahan, Warga Suhada Tanam Jagung Kuartal 2
- Rektor UMRI Saidul Amin Terima JMSI Award 2026 Kategori Educational Leadership
- DPRD Inhil Gelar Sidang Paripurna Milad ke 61 Kabupaten Inhil Tahun 2026
- Bupati Bengkalis Menyambut Kedatangan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Pekanbaru
- Dr. Maxaxai Indra Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin APHTN-HAN Riau Periode 2026–2031
Anak-anak Banyak Terpapar Covid-19, PTM Kah?

Siswa di Pekanbaru melakukan pembelajaran tatap muka saat pandemi Covid-19. IST
PEKANBARU, VokalOnline.Com -Konfirmasi Covid-19 di Riau dalam beberapa hari terakhir naik drastis. Data dari Dinas Kesehatan sejak 29 Juli hingga 31 Juli 2022, penambahannya selalu di atas 20 per hari.
Menurut Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia di Riau, dr Indra Yopi, rata-rata warga terpapar Covid-19 di Riau berumur di bawah 15 tahun. Artinya, paling banyak terkonfirmasi adalah anak sekolah.
Yopi menjelaskan, pembelajaran tatap muka secara penuh menjadi salah satu penyebab. Para siswa sudah belajar seperti biasa karena wilayah Riau sudah berada di zona hijau.
"Dengan peningkatan ini, pemerintah daerah dan kepala sekolah diharapkan menjalankan protokol kesehatan secara ketat lagi," kata Yopi, Senin siang, 1 Agustus 2022.
Bisa saja, tambah Yopi, pihak sekolah selama pembelajaran tatap muka mulai abai menerapkan protokol kesehatan. Pihak sekolah diminta tidak mengizinkan anak yang demam ikut belajar.
"Anak yang nyeri tenggorokan jangan diizinkan dulu sekolah, begitu juga anak yang batuk dan gejala ISPA," sebut Yopi.
Pemerintah daerah melalui dinas kesehatan setempat diminta mengontrol sekolah dan mengingatkan penerapan protokol kesehatan.
Dari pengamatan pihaknya, ada sekolah yang siswanya terkonfirmasi Covid-19 tidak melakukan isolasi dan tracing atau pelacakan yang baik.
"Jangan sampai ada sekolah yang mengatakan, sakit sedikit bisa sekolah," jelas Yopi.
Oleh karena itu, Yopi mengingatkan pihak sekolah dan orang tua jujur. Anak yang sakit diberitahukan kepada pihak sekolah sehingga bisa libur dan tidak bergabung untuk menghindari penyakit menular.
Di sisi lain, Yopi menyebut rata-rata warga terkonfirmasi Covid-19 di Riau sudah mendapatkan vaksin I dan II. Begitu juga dengan pelajar yang terpapar virus corona.
Menurut Yopi, vaksin I dan II bahkan booster belum sepenuhnya memberikan kekebalan. Ada kalanya imunitas tubuh turun sehingga perlu menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.
Berita Terkait :
- Sejumlah Haji di Riau Terpapar Virus Corona0
- Telur Raibkan Uang Rp30 Juta 0
- Rokan Hilir Juara Umum MTQ Provinsi Riau 20220
- Bencana Longsor Landa Inhil, BPBD Riau Kirim Bantuan Logistik0
- Temui Wapres, Gubri Minta Resmikan BRK Syariah0
_Black11.png)









