- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Anak-anak Banyak Terpapar Covid-19, PTM Kah?

Siswa di Pekanbaru melakukan pembelajaran tatap muka saat pandemi Covid-19. IST
PEKANBARU, VokalOnline.Com -Konfirmasi Covid-19 di Riau dalam beberapa hari terakhir naik drastis. Data dari Dinas Kesehatan sejak 29 Juli hingga 31 Juli 2022, penambahannya selalu di atas 20 per hari.
Menurut Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia di Riau, dr Indra Yopi, rata-rata warga terpapar Covid-19 di Riau berumur di bawah 15 tahun. Artinya, paling banyak terkonfirmasi adalah anak sekolah.
Yopi menjelaskan, pembelajaran tatap muka secara penuh menjadi salah satu penyebab. Para siswa sudah belajar seperti biasa karena wilayah Riau sudah berada di zona hijau.
"Dengan peningkatan ini, pemerintah daerah dan kepala sekolah diharapkan menjalankan protokol kesehatan secara ketat lagi," kata Yopi, Senin siang, 1 Agustus 2022.
Bisa saja, tambah Yopi, pihak sekolah selama pembelajaran tatap muka mulai abai menerapkan protokol kesehatan. Pihak sekolah diminta tidak mengizinkan anak yang demam ikut belajar.
"Anak yang nyeri tenggorokan jangan diizinkan dulu sekolah, begitu juga anak yang batuk dan gejala ISPA," sebut Yopi.
Pemerintah daerah melalui dinas kesehatan setempat diminta mengontrol sekolah dan mengingatkan penerapan protokol kesehatan.
Dari pengamatan pihaknya, ada sekolah yang siswanya terkonfirmasi Covid-19 tidak melakukan isolasi dan tracing atau pelacakan yang baik.
"Jangan sampai ada sekolah yang mengatakan, sakit sedikit bisa sekolah," jelas Yopi.
Oleh karena itu, Yopi mengingatkan pihak sekolah dan orang tua jujur. Anak yang sakit diberitahukan kepada pihak sekolah sehingga bisa libur dan tidak bergabung untuk menghindari penyakit menular.
Di sisi lain, Yopi menyebut rata-rata warga terkonfirmasi Covid-19 di Riau sudah mendapatkan vaksin I dan II. Begitu juga dengan pelajar yang terpapar virus corona.
Menurut Yopi, vaksin I dan II bahkan booster belum sepenuhnya memberikan kekebalan. Ada kalanya imunitas tubuh turun sehingga perlu menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.
Berita Terkait :
- Sejumlah Haji di Riau Terpapar Virus Corona0
- Telur Raibkan Uang Rp30 Juta 0
- Rokan Hilir Juara Umum MTQ Provinsi Riau 20220
- Bencana Longsor Landa Inhil, BPBD Riau Kirim Bantuan Logistik0
- Temui Wapres, Gubri Minta Resmikan BRK Syariah0
_Black11.png)









