- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
BBKSDA Pantau Gajah Codet Masuk Kebun Warga

Gajah Codet yang terpantau masuk ke perkebunan warga di Kabupaten Bengkalis. IST
PEKANBARU, VokalOnline.Com -Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memitigasi konflik gajah dengan manusia di kawasan Duri, Kabupaten Bengkalis. Gajah itu sebelumnya mendekati perkebunan dan berada di kandang ayam.
Gajah masuk perkebunan ini membuat warga sekitar resah sejak beberapa hari lalu. Pasalnya, gajah berukuran besar dan berjenis kelamin jantan.
Plt Kepala Bidang II BBKSDA Riau Hartono menjelaskan, petugas sudah turun ke lokasi memantau pergerakan gajah. Petugas melibatkan Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Minas.
"Gajah ini bersifat sitaire atau penyendiri," kata Hartono, Senin siang, 12 September 2022.
Hasil pantauan petugas, gajah itu bernama Codet. Keberadaan petugas membuat gajah sudah menjauh dari perkebunan warga.
"Posisi sudah gajah sudah menjauh dari kandang ayam dan meninggalkan Jalan Siak, Duri, menuju Jalan Rangau, dekat SPBU," ujar Hartono.
Kepada warga sekitar, BBKSDA Riau menghimbau agar tidak melakukan hal-hal yang bisa membahayakan satwa dilindungi tersebut.
"Saat ini Tim masih memonitor pergerakan gajah Codet untuk selanjutnya akan dilakukan penggiringan," kata Hartono.
Gajah Codet diperkirakan berumur 40 tahun dan berasal dari Suaka Margasatwa Balai Raja. Pada tahun 2017, gajah Codet dicari petugas karena lu di punggung dan paha kanan.
Menurut BBKSDA kala itu, luka yang dialami gajah itu akibat perkelahian dengan gajah jantan lainnya. Hal ini merupakan siklus rutin gajah ketika berebut wilayah ataupun sedang memasuki masa kawin.
Pencarian dilakukan dengan menelusuri hutan dan jalur lintas gajah, termasuk dari tumpukan kotorannya. Tak jarang, tim BBKSDA terperosok lumpur karena beratnya medan yang harus dilalui, ditambah lagi? hujan yang turun. (syu)
Berita Terkait :
- Kematian Fitria di Basement DPRD Masih Misterius0
- Harga Kebutuhan Tinggi DPRD Riau Minta Pemprov Prioritaskan Ketahanan Pangan0
- Kejati Riau Hentikan Perkara Pembelian HP Murah0
- Kajati Riau Ingatkan Jajaran Pemprov Bekerja Jujur dan Ikhlas0
- Muflihun Ajak Warga Kembali Galakkan Gotong Royong0
_Black11.png)









