- Polemik 469 Hektare Eks PT SAL, Talang Mamak Soroti Sanksi, Penguasaan Lahan dan TPPU
- Kapolres Inhu Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dan Komunikasi dalam Menjaga Kamtibmas
- Ketua FORKI Riau Parisman Ihwan Dijadwalkan Buka Karate Kid 3 Riau Open 2026
- Syahrul Aidi Sambut Menlu Baru, BKSAP DPR Siap Berkolaborasi Penguatan Diplomasi Bebas Aktif
- Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026 Resmi Dibuka, 728 Karateka Siap Bertanding
- INKAI Prestasi Juara Umum Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026
- Lewat Neo Energy Meet Up di Pekanbaru
- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
- Jaga Pulau Padang Tetap Bebas Asap, Pemkab Meranti Gandeng RAPP
- Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Anak, RAPP Dukung Penguatan Kader
Kematian Fitria di Basement DPRD Masih Misterius
>Polresta Pekanbaru Sudah Periksa 16 Saksi Termasuk Pasangan F >Korban dan F Sempat Ribut Sebelum Ditemukan Tergantung di Mobil

Mobil tempat seorang PNS di Pemerintahan Provinsi Riau ditemukan tewas tergantung di mobil basement DPRD Riau
PEKANBARU, VokalOnline.Com -Sudah 16 saksi diminta keterangan oleh penyidik Reskrim Polresta Pekanbaru terkait temuan jasad di basement DPRD Riau. Sejumlah rekaman CCTV juga sudah diambil, baik di gedung di Jalan Jenderal Sudirman itu ataupun tempat terdekat.
Penyidik Polresta Pekanbaru belum menetapkan tersangka dalam kasus ini, meskipun sudah meminta keterangan pria inisial F. Orang terdekat korban Fitria Yulisunarti sudah diperbolehkan pulang.
"Sudah diperiksa, tidak ditahan, sudah diminta keterangan," kata Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Pria Budi SIK, Senin siang, 12 September 2022.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Komisaris Andrie Setiawan menyebut penyidik masih mendalami komunikasi terakhir korban dengan sejumlah saksi, termasuk F. "Ada indikasi keributan, pertengkaran," jelas Andrie.
Hingga kini, penyidik belum menyimpulkan apakah kematian korban karena bunuh diri atau ada upaya pembunuhan. Penyidik masih berkoordinasi dengan forensik Rumah Sakit Bhayangkara dibantu penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau. "Masih pendalaman meninggalnya korban di basement," jelas Andrie.
Penyidik sudah mengantongi hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Pada jasad korban ditemukan adanya jeratan atau kekerasan tumpul. Tapi tidak diketahui disebabkan orang lain atau oleh korban sendiri.
Menurut Andrie berdasarkan hasil otopsi, kekerasan tumpul di leher korban ini menekan jalan napas. Akibatnya timbul asfiksia atau mati lemas. "Perkiraan kematian antara 12 hingga 72 jam," kata Andrie.
Informasi dirangkum, korban sebelum ditemukan tewas di mobil sempat bertemu dengan F. Keduanya sempat keluar dari gedung itu tapi tidak diketahui pergi ke mana.
Ada yang menyebut keduanya pergi makan siang sehari sebelumnya. Namun, saksi F tidak kembali ke gedung DPRD Riau karena hanya korban yang kembali ke basement.
Saksi F tidak kembali karena keduanya dikabarkan ribut. Korban merupakan istri tidak sah korban karena pernikahan dilakukan secara sirih.
Keributan dipicu ketika korban ingin menemui istri sah dari saksi. Namun hal itu tidak terjadi sehingga saksi F tidak kembali lagi ke DPRD Riau.
Sebagai informasi, pada Sabtu pagi, dua satpam mengecek situasi di DPRD Riau, termasuk basement. Saat itu, petugas melihat pintu mobil korban terbuka tapi tak menghiraukan karena korban sering datang ke Kantor DPRD Riau.
Selanjutnya pada pukul 11.00 WIB, petugas keamanan kembali berpatroli. Petugas melihat, pintu mobil korban masih dalam kondisi terbuka sehingga berinisiatif mendatangi mobil korban.
Ternyata didapati korban telah meninggal dunia dalam keadaan leher terikat kain yang terhubung ke bagian hand grip plafon mobil.
Korban dalam keadaan duduk di bangku mobil bagian tengah. Atas kejadian itu, saksi melapor ke Komandan Regu, yang kemudian berkoodinasi dengan polisi.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Andrie Setiawan memimpin langsung kegiatan olah tempat kejadian perkara. Korban ditemukan dalam mobil Daihatsu Terios warna silver dengan pelat BM 1389 VX.
Berita Terkait :
- Harga Kebutuhan Tinggi DPRD Riau Minta Pemprov Prioritaskan Ketahanan Pangan0
- Kejati Riau Hentikan Perkara Pembelian HP Murah0
- Kajati Riau Ingatkan Jajaran Pemprov Bekerja Jujur dan Ikhlas0
- Muflihun Ajak Warga Kembali Galakkan Gotong Royong0
- Rusdi Racman: Hak Ulayat Datuk Rajo Deko Ini Hanya Tinggal Nama0
_Black11.png)








