- Polsek Merbau Dukung Ketahanan Pangan Lewat Pengecekan Lahan Jagung
- Ketua Yasrah Buka Suara Soal Kritik Mahasiswa terhadap Pembangunan Unilak
- Peluncuran Buku Karmila Sari Jadi Ruang Refleksi Politik Perempuan
- Sinergi dengan RAPP Buahkan Akreditasi Unggul untuk Prodi TPK UNRI
- Sambang Desa di Talang Jerinjing, Polsek Rengat Barat Temukan Warga Inspiratif
- Sambang Desa di Talang Jerinjing, Polsek Rengat Barat Temukan Warga Inspiratif
- Satgas PKH Ditantang, Eks Kebun PT SAL Masih Dihuni Pekerja dan Security Lama
- Sekolah Perlu Pahami Hak dalam Pemberitaan, JMSI Inhu Gelar Sosialisasi Advokasi Pers
- Hendry Munief Dorong Pariwisata Rohul Mendunia: Bentuk Komunitas Digital dan Viralkan Kontennya
- Buktikan Janji dengan Kerja Nyata, Rubah Keluhan Warga Jadi Rasa Bangga
Bencana di Lembata-NTT Sebabkan Akses Jalan hingga Telepon Terputus

Bencana di NTT sebabkan akses jalan hingga telepon terputus/Tribun Kaltim - Tribunnews.com
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengakibatkan akses jalan, internet, hingga telepon terputus total.
"Ada beberapa desa terdampak di dua Kecamatan yakni Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur yang berada di bawah gunung Ile Lewotolok masih terputus. Akses jalan, internet dan telepon," kata Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai kepada CNNIndonesia.com, Minggu (4/4) malam.
Menurut Thomas, terjadinya hujan lebat disertai angin kencang beberapa hari terakhir ini mengakibatkan terjadi banjir bandang dan longsor dari gunung api Ile Lewotolok.
Banjir bandang tersebut, kata Thomas, diduga menyeret tumpukan erupsi material dari gunung Ile Lewotolok yang mengakibatkan sejumlah ruas jalan tertutup material kerikil dan batu besar dan juga menghantam rumah warga.
Terputusnya akses tersebut menyulitkan petugas dari Kabupaten Lembata untuk melakukan pendataan dan evakuasi.
"Semua jalan tertutup material batu besar dan kerikil," jelasnya.
Dia belum bisa merinci jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan longsor. Karena pemerintah masih berkonsentrasi untuk mengevakuasi warga dan melakukan pencarian korban hilang.
Thomas Langodai memaparkan sejauh ini ada 14 desa dari dua kecamatan yakni kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur yang terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Lembata.
Untuk pencarian korban hilang, katanya, masih terkendala juga dengan cuaca ekstrem yang masih terus terjadi hingga Minggu malam. Alhasil, petugas dan warga memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian.
Thomas Langodai menjelaskan saat ini telah dibangun dua dapur umum dari BPBD Lembata untuk memberi bantuan kepada warga. Dapur umum tersebut berada di kantor camat Ile Ape dan di BPBD Lembata di Lewoleba.
Sementara itu kepala BPBD Lembata, Sipri Meru menjelaskan telah membangun empat posko pengungsian bagi warga terdampak cuaca ekstrem dari dua kecamatan yakni Ile Ape dan Ile Ape Timur.
Sipri Meru merinci empat posko pengusian tersebut berada Kantor Camat Ile Ape yang menampung 191 warga, Posko Kelurahan Lewoleba Timur 85 orang, kelurahan Lewoleba Tengah 78 orang dan Posko Kelurahan Selandoro 18 orang.
"Total pengungsi totalnya 372 orang tetapi masih akan terus bertambah," kata Sipri.
Menurut Sipri sampai saat ini, masih ada beberapa daerah yang terisolasi dan belum bisa dibuka akses jalannya.
"Tumpukan material dan keterbatasan alat berat mengakibatkan pembukaan akses jalan terhambat", kata Sipri.
Disamping itu cuaca yang belum mendukung untuk dilakukan pembukaan jalan juga dikhawatirkan terjadi longsoran dari gunung Ile Lewotolok. Sehingga pembukaan akses jalan untuk sementara dihentikan pada minggu malam pukul 20.00 Wita.
Dirinci Sipri, ada tiga desa di kecamatan Ile Ape yang mengalami kerusakan terparah akibat banjir bandang. Desa tersebut adalah Desa Waowala, Amakaka dan Desa Tanjung Batu. Sedangkan untuk Kecamatan Ile Ape Timur adalah Desa Jontona.
Dia mengatakan jumlah korban hilang dan korban meninggal masih bisa bertambah. Karena sampai minggu malam belum semua desa bisa diakses.
Cuaca ekstrem yang terjadi di Lembata mengakibatkan banjir bandang dan longsor dari Gunung Ile Lewotolok. 18 orang ditemukan meningal dan 37 dilaporkan masih hilang.
Banjir bandang dan longsor di Lembata terjadi minggu dinihari akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda hampir seluruh daerah NTT. Banjir bandang dari gunung Ile Lewotolok diduga membawa serta material erupsi.
Banjir bandang juga menghantam rumah-rumah warga. Dan ada warga yang meninggal akibat tertimpa badan rumah yang roboh. Sebagian warga meninggal akibat terseret banjir bandang dan tertimbun longsor.
(blo/kid)
Berita Terkait :
- Wali Kota Surabaya Ancam Tutup Bioskop Pelanggar Prokes0
- Densus Sita Satu Truk Kotak Donasi0
- Kades di Tangerang Gelar Pesta Sabu Bareng Warga Balaraja0
- Pendaftaran UTBK SBMPTN Akan Ditutup Hari Ini Pukul 15.00 WIB0
- TPU Ambon Longsor,Jenazah Hanyut0
_Black11.png)









