Breaking News
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Rakerda KORMI Dibuka Wako
Berdalih Bisikan Gaib, Ibu Gorok 3 Anak di Brebes Jalani Tes Kejiwaan

Ilustrasi pembunuhan. (mkaragoz/Thinkstock).
Jakarta, VokalOnline.Com - Seorang ibu di Desa Tonjong, Brebes, Jawa Tengah bernama Kanti Utami (35) mengaku mendapat bisikan gaib hingga akhirnya tega menggorok leher ketiga anaknya sendiri.
Diketahui, dua dari tiga anak pelaku itu berhasil selamat meski mendapat luka di sejumlah tubuhnya. Sedangkan satu anak lainnya meninggal dunia akibat luka sayat di leher.
"Pelaku mengaku dalam pemeriksaan awal bahwa perbuatannya itu dilakukan karena mendapat bisikan untuk membunuh anaknya karena apabila tidak dibunuh hidupnya akan susah," kata Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto dalam keterangannya, Rabu (23/3). dilansir dari cnn indonesia.
Merujuk pada keterangan tersebut, polisi pun mengambil langkah untuk memeriksa kondisi kejiwaan pelaku ke Rumah Sakit Dr. Soeselo, Kabupaten Tegal.
"Pelaku beberapa hari lalu sudah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan kejiwaannya. Dia saat diinterogasi jawabannya berubah-ubah dan terlihat ngelantur," tutur Faisal. Disampaikan Faisal, pihaknya juga terus melakukan proses penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi untuk digali keterangan. Terkait status hukum ibu tersebut, Faisal menyebut pihaknya akan lebih dulu menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan.
Jika pelaku terbukti melakukan aksinya dalam kondisi kesehatan yang baik, maka yang bersangkutan dapat dikenakan UU Perlindungan Anak dengan ancaman Pidana 20 tahun penjara.
"Ancaman sanksi pidana akan dikenakan apabila pelaku terbukti saat melakukan pembunuhan dalam keadaan sehat kejiwaannya," ucap Faisal.
Lebih lanjut, Faisal membeberkan bahwa kondisi dua anak yang selamat saat ini masih dalam proses perawatan karena mengalami trauma atas kejadian yang menimpa mereka.
"Dua anaknya yang dirawat di rumah sakit di Purwokerto mengalami trauma berat dan kami sudah berkoordinasi dengan psikolog dari Polda maupun Mabes untuk dilakukan pendampingan dalam memberikan trauma healing," pungkasnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Polisi Taksir Kerugian Korban Fahrenheit Capai Ratusan Miliar0
- Pemasang Spanduk Tuding Kejati Riau Main Proyek Minta Maaf0
- Bikin Video Mesum, Dua Satpol PP Bone Terancam Dipecat0
- Didampingi Gubernur Kepri, Ketum JMSI Bacakan deklarasi Natuna0
- Empat Remaja Putri di Pekanbaru Kabur Dari Rumah ke Hotel0
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
_Black11.png)









