- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
BNPT: Pelaku Bom Polsek Astana Anyar Diduga Lone Wolf dari JAD

Jakarta, VokalOnline.Com- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengaku masih mendalami jaringan teroris pelaku aksi teror bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Rabu (7/12).
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar memastikan berdasarkan dugaan sementara pelaku menjalankan aksinya secara sendirian alias lone wolf.
"Sementara pelakunya lone wolf," ujarnya dalam rekaman suara yang dibagikan Humas BNPT kepada wartawan.
Boy menyebut saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman terhadap jaringan atau kelompok terorisme yang berada dibalik aksi bom bunuh diri itu.
Berdasarkan modus operandi penyerangan yang dilakukan, ia menduga aksi bom bunuh diri tersebut berkaitan dengan kelompok jaringan Jemaah Islamiyah (JI) atau Jemaah Ansharut Daulah (JAD).
Kendati demikian, Boy menyebut masih perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan keterlibatan jaringan teroris itu.
"Kami belum bisa mastikan. Tapi ini karakter-karakter yang selama ini misi-misi umumnya apakah JAD, JI, dengan cara-cara modus operandi seperti ini. Jadi tentu perlu data lebih lanjut untuk kita simpulkan ke arah sana," pungkasnya.
Aksi bom bunuh diri terjadi di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung pada Rabu (7/12) sekitar pukul 08.20 WIB pagi tadi.
Kapolrestabes Bandung Kombes Aswin Sipayung mengatakan peristiwa itu terjadi saat jajaran Polsek Astana Anyar sedang melakukan apel pagi. Saat itu, seorang laki-laki masuk ke dalam Polsek dengan mengacungkan senjata tajam dan menerobos barisan apel.
"Dan terjadi ledakan, pelaku membawa bom. Diduga bom bunuh diri, pelaku meninggal dunia," ucap Aswin.
Peristiwa ini mengakibatkan 1 anggota polisi meninggal dunia dan 9 orang lainnya menjadi korban luka dan saat ini telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. **Syafira
Berita Terkait :
- Cerutu Lokal El Este Independiente Jajaki Pasar Vietnam0
- Disahkan Jadi UU, RKUHP Lintasi 7 Presiden dan 14 Periode DPR 0
- Drone Ukraina Serang 2 Basis Militer di Rusia, 3 Prajurit Tewas0
- Zelensky Klaim Mayoritas Rudal Rusia ke Ukraina Berhasil Dihancurkan 0
- Kebut Modernisasi Militer RI, Prabowo Borong Jet AS sampai Rudal Turki 0
_Black11.png)









