- Bhabinkamtibmas Desa Sungai Pasir Putih Tinjau Kesehatan dan Produktivitas Ternak Sapi Warga
- Dari Bibit ke Panen, Bhabinkamtibmas Tanjung Harapan Gasskan Program Cabe dan Selada
- Briptu Pirima Kawal Jeruk Kuala Gaung, Polsek GAS Pastikan Ketahanan Pangan Tumbuh Subur
- Pemkab Kuansing Undang Qari Internasional di Pembukaan MTQ Riau
- Sekretaris Dinas Kominfo Kuansing, Apresiasi Respons Komunikasi Antara TVRI dan Pemkab Terjalin Baik
- Jelang MTQ ke-44 Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Perbaiki Lampu Penerangan Jalan
- Pawai Budaya dan Islami Jadi Andalan Kuansing Sambut MTQ Riau ke 44 Libatkan 4 Ribu Unsur Masyarakat
- Bhabinkamtibmas Pengalihan Sambangi Pekarangan Warga Dukung Program Ketahanan Pangan
- Dari Akar Mangrove hingga Paket Sembako, Kapolres Farouk Oktora Tebar Cinta untuk Terusan Kempas
- Dari Lorong Petern ke Meja Dapur, Polsek Enok Kawal Cabai dan Jahe Merah Warga
Diskes Pekanbaru Kirim 32 Sampel Dimungkinkan Omicron ke Jakarta

Konferensi pers oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi saat mengecek stok obat di Instalasi Farmasi Pekanbaru. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Kasus konfirmasi harian Covid-19 di Riau, khususnya Kota Pekanbaru, melonjak dalam beberapa hari terakhir. Saat ini ada 142 warga Kota Bertuah terinfeksi virus corona dengan ragam gejala.
Lonjakan ini dikhawatirkan karena varian Covid-19 jenis omicron. Dinas Kesehatan Pekanbaru berharap kenaikan tidak disebabkan varian baru ini meskipun kemungkinan itu ada.
Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy menyebut pihaknya mengirim 32 sampel ke Litbangkes Kementerian Kesehatan.
"32 sampel probable atau kemungkinan omicron, mudah-mudahan tidak ada," kata Zaini usai mengecek fasilitas isolasi terpadu di Asrama Haji Riau bersama Kapolresta Komisaris Besar Pria Budi SIK, Kamis siang, 3 Februari 2021.
Zaini menyatakan, Covid-19 di Indonesia kembali melonjak karena ada varian omicron. Kasus paling banyak terjadi di Jakarta sementara Pekanbaru belum terdeteksi.
Mengantisipasi varian omicron ini, Zaini menyebut Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru sudah melakukan berbagai persiapan. Setiap fasilitas isolasi terpadu, rumah sakit, hingga kesiapan oksigen sudah dicek.
"Semua petugas sudah siap, sarana dan prasarana juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," kata Zaini.
Zaini mengatakan, fasilitas isolasi terpadu di Asrama Haji Riau sudah siap menghadapi lonjakan. Tempat tidur dan oksigen sudah dipersiapkan oleh pengelola di sana.
"Asrama Haji siap jika ada lonjakan, mudah-mudahan tidak terjadi," jelas Zaini.
Terkait 142 warga yang masih terinfeksi, Zaini menyebut 15 di antaranya di rawat di rumah sakit. Sisanya ada yang menjalani isolasi mandiri dan isolasi di fasilitas pemerintah.
"Yang dirawat di rumah sakit gejalanya sedang, tidak ada gejala berat," ucap Zaini.
Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Pria Budi menghimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Warga diminta tidak abai karena Covid-19 masih ada.
"Covid-19 masih ada, hindari kerumunan dan tetap jaga jarak," jelas Pria.
Pria menyatakan, peran masyarakat dalam memutus mata rantai Covid-19 sangat penting. Ketidakpedulian masyarakat disebut membuat lonjakan Covid-19 bisa terjadi kapan saja.
"Tanpa kerjasama masyarakat, upaya pemerintah akan sia-sia," imbuh Pria. (syu)
Berita Terkait :
- Kapolda Riau Buka Bimtek Dan Pengujian Konsekwensi Informasi Publik0
- Pekanbaru Lakukan Persiapan Hadapi Badai Omicron0
- Kejati Siapkan Jaksa-jaksa Handal Untuk Adili Dekan Unri Cabul0
- Imigran Afganistan Nekad Akhiri Hidup di Wisma Penampungan Pekanbaru0
- Kejati Riau: Kami Punya Wewenang0
_Black11.png)









