- Syahrul Aidi Apresiasi Putusan MK Soal Kuota Internet, Tegaskan Hak Konsumen Harus Dilindungi
- Peringati Hari Anak Nasional 2026
- Peringati Hari Anak Nasional 2026
- PT BNS: Masa Depan Anak Bergantung Pada Bumi yang Kita Jaga Hari Ini
- Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti
- Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Banglas, Satresnarkoba Polres Meranti Amankan Barang Bukti
- Kolaborasi Dinkes dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- PT RAPP Dukung Peningkatan Kompetensi Bidan untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Riau
- Kapolri Perkuat Kesiapsiagaan Pencegahan Karhutla di Riau, RAPP Dukung Sinergi Lintas Sektor
- Kolaborasi BBKSDA Riau dan RAPP Jaga 'Raksasa Tua', Gajah Sumatra 60 Tahun Kembali Bugar
Diskes Pekanbaru Kirim 32 Sampel Dimungkinkan Omicron ke Jakarta

Konferensi pers oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi saat mengecek stok obat di Instalasi Farmasi Pekanbaru. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Kasus konfirmasi harian Covid-19 di Riau, khususnya Kota Pekanbaru, melonjak dalam beberapa hari terakhir. Saat ini ada 142 warga Kota Bertuah terinfeksi virus corona dengan ragam gejala.
Lonjakan ini dikhawatirkan karena varian Covid-19 jenis omicron. Dinas Kesehatan Pekanbaru berharap kenaikan tidak disebabkan varian baru ini meskipun kemungkinan itu ada.
Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy menyebut pihaknya mengirim 32 sampel ke Litbangkes Kementerian Kesehatan.
"32 sampel probable atau kemungkinan omicron, mudah-mudahan tidak ada," kata Zaini usai mengecek fasilitas isolasi terpadu di Asrama Haji Riau bersama Kapolresta Komisaris Besar Pria Budi SIK, Kamis siang, 3 Februari 2021.
Zaini menyatakan, Covid-19 di Indonesia kembali melonjak karena ada varian omicron. Kasus paling banyak terjadi di Jakarta sementara Pekanbaru belum terdeteksi.
Mengantisipasi varian omicron ini, Zaini menyebut Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru sudah melakukan berbagai persiapan. Setiap fasilitas isolasi terpadu, rumah sakit, hingga kesiapan oksigen sudah dicek.
"Semua petugas sudah siap, sarana dan prasarana juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," kata Zaini.
Zaini mengatakan, fasilitas isolasi terpadu di Asrama Haji Riau sudah siap menghadapi lonjakan. Tempat tidur dan oksigen sudah dipersiapkan oleh pengelola di sana.
"Asrama Haji siap jika ada lonjakan, mudah-mudahan tidak terjadi," jelas Zaini.
Terkait 142 warga yang masih terinfeksi, Zaini menyebut 15 di antaranya di rawat di rumah sakit. Sisanya ada yang menjalani isolasi mandiri dan isolasi di fasilitas pemerintah.
"Yang dirawat di rumah sakit gejalanya sedang, tidak ada gejala berat," ucap Zaini.
Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Pria Budi menghimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Warga diminta tidak abai karena Covid-19 masih ada.
"Covid-19 masih ada, hindari kerumunan dan tetap jaga jarak," jelas Pria.
Pria menyatakan, peran masyarakat dalam memutus mata rantai Covid-19 sangat penting. Ketidakpedulian masyarakat disebut membuat lonjakan Covid-19 bisa terjadi kapan saja.
"Tanpa kerjasama masyarakat, upaya pemerintah akan sia-sia," imbuh Pria. (syu)
Berita Terkait :
- Kapolda Riau Buka Bimtek Dan Pengujian Konsekwensi Informasi Publik0
- Pekanbaru Lakukan Persiapan Hadapi Badai Omicron0
- Kejati Siapkan Jaksa-jaksa Handal Untuk Adili Dekan Unri Cabul0
- Imigran Afganistan Nekad Akhiri Hidup di Wisma Penampungan Pekanbaru0
- Kejati Riau: Kami Punya Wewenang0
_Black11.png)









