- Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti
- Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Banglas, Satresnarkoba Polres Meranti Amankan Barang Bukti
- Kolaborasi Dinkes dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- PT RAPP Dukung Peningkatan Kompetensi Bidan untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Riau
- Kapolri Perkuat Kesiapsiagaan Pencegahan Karhutla di Riau, RAPP Dukung Sinergi Lintas Sektor
- Kolaborasi BBKSDA Riau dan RAPP Jaga 'Raksasa Tua', Gajah Sumatra 60 Tahun Kembali Bugar
- Menjaga Tradisi, MAN 1 Pekanbaru Gelar Yasinan dan Munajat untuk Kesuksesan Peserta OSN-P
- Kelas Tanjak FBN FISIP Unri Ajak Anak-anak Sukamaju Memahami dan Melestarikan Budaya Lokal
- Polri Hadir di Sektor Pertanian, Bhabinkamtibmas Aur Cina Bina Petani Cabai
- Kades Danau Rambai Bantah Warganya Demo Agrinas, Sebut Nama Desa Dicatut
Kolaborasi BBKSDA Riau dan RAPP Jaga 'Raksasa Tua', Gajah Sumatra 60 Tahun Kembali Bugar

Pemeriksaan kesehatan gajah
PEKANBARU, VokalOnline.Com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan terhadap seekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) jenis kelamin betina di kawasan kantong gajah Tesso Tenggara, Estate Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Senin (6/7/2026).
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono mengatakan bahwa Gajah betina tersebut diperkirakan telah berusia sekitar 60 tahun dan merupakan individu soliter yang telah lama memisahkan diri dari kelompoknya.
"Satwa ini sebelumnya pernah mendapatkan penanganan medis intensif pada Juli 2025 setelah teridentifikasi mengalami kondisi tubuh kurus, lemah, tidak mampu berjalan jauh, gangguan saluran pencernaan yang ditandai dengan feses kasar, gigi sudah rusak (aus), prolapsus ani, serta dehidrasi," ujar Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, Senin (6/7/2026).
Ia mengatakan pasca pengobatan tahun lalu, kondisi Gajah menunjukkan perkembangan yang baik. Satwa kembali aktif bergerak dan menjauh dari areal hutan tanaman industri.
Dalam beberapa kesempatan, keberadaannya terpantau di sekitar kebun masyarakat dengan memanfaatkan sumber pakan yang lebih lunak, seperti ubi kayu, batang pisang, rumput, serta tanaman sawit muda.
Kemunculan Gajah di sekitar kebun masyarakat kerap dilaporkan sebagai dugaan gajah sakit karena kondisi feses yang kasar, sesekali mengalami diare, serta munculnya aroma tidak sedap dari tubuh satwa.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Medis BBKSDA Riau yang dipimpin oleh drh Rini Deswita bersama Tim PT RAPP melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Drh. Rini mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan menunjukkan Gajah yang ditemukan di areal HTI Estate Ukui RAPP, dalam kondisi lincah, agresif, serta cenderung menyerang apabila didekati manusia.
"Selama proses pembiusan, gajah tetap berada dalam posisi berdiri. Selanjutnya dari hasil pemeriksanaan medis diketahui bahwa kondisi tubuh Gajah mengalami peningkatan yang sangat baik dibandingkan saat pertama kali ditangani pada Juli 2025," pungkasnya. (Rls/*)
Berita Terkait :
- Kompol YC Hisap Sabu di Belakang Rumah Dinas Wakil Gubernur Riau0
- Polda Riau Bongkar Penambangan Ilegal di Hutan Produksi Rokan Hilir0
- Pemko Dumai Gratiskan Administrasi Bagi Pasien Rujukan0
- Polisi Tangkap Penjual Ikan Cupang Bodong di Instagram0
- 5.000 Warga Pekanbaru Antusias Ikuti Vaksin Massal0
_Black11.png)









