- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
Erdogan Ogah Temui Menlu AS Blinken di Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ogah temui Menlu AS Antony Blinken di Turki. (AFP/ADEM ALTAN)
Jakarta, VokalOnline.Com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan lebih memilih blusukan daripada menemui Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Anthony Blinken di Ankara, Turki, pada Senin (6/11).
Erdogan melakukan perjalanan ke wilayah timur laut Turki dan membiarkan Blinken bertemu Menlu Hakan Fidan. Kedua diplomat ini bertemu selama dua setengah jam.
Menanggapi respons Erdogan, profesor kebijakan publik di Institut Studi Pascasarjana Doha, Tamer Qarmout, menilai Turki sudah memahami betul tujuan Blinken.
"Misi utama Blinken adalah memberi lebih banyak waktu [untuk Israel]," kata Qarmout, dikutip Al Jazeera.
Dia kemudian berujar, "Turki mengetahui hal ini. Itu sebabnya dia mendapat sambutan dingin."
Lawatan Blinken ke Turki berlangsung usai pertemuan tegang dengan para pemimpin Arab di Irak, Palestina, dan Yordania, selama akhir pekan.
Para pemimpin negara Arab frustrasi atas sikap AS yang mendukung penuh Israel dan menolak gencatan senjata.
Selama perang di Gaza pecah, Erdogan mencoba untuk memposisikan diri sebagai perantara untuk menghentikan kekerasan.
Turki memiliki sikap yang jelas soal Palestina, terutama di perang kali ini. Mereka mengecam Israel dan menyebut aksi di Gaza sebagai kejahatan perang.
Erdogan bahkan sempat mengatakan Turki bekerja di balik layar dengan sekutu regionalnya untuk menerapkan gencatan senjata serta mengamankan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
"Prioritas kami adalah segera mewujudkan gencatan senjata kemanusiaan," kata Erdogan pada pekan lalu.
Turki, lanjut dia, sedang mengerjakan mekanisme baru yang "akan menjamin keamanan semua orang, terlepas dari apakah mereka Muslim, Kristen, atau Yahudi."(fit)**
Berita Terkait :
- Dokter Anestesi Palestina Lulusan UNS RI Tewas Kena Bombardir Israel0
- Seberapa Kuat Hamas Bertahan Melawan Gempuran Israel di Gaza?0
- DK PBB Gelar Rapat Hari Ini agar Israel Setop Gempur Gaza0
- PM Anwar Ibrahim Bertemu Erdogan, Bahas Palestina Sampai 2 Jam0
- Bantuan dari Mesir Masuk Jalur Gaza, AS Desak Perbatasan Tetap Terbuka0
_Black11.png)









