- Syahrul Aidi Dukung MUI dan Forkomnas, Minta Pemerintah Konsisten Bela Palestina
- 600 Atlet INKANAS Berlaga di GDR Open Championship 1 Riau, Matangkan Persiapan Menuju Piala Kapolri
- Kasus ISPA di Meranti Capai 6.825 Kasus, Dinkes Minta Warga Waspadai Dampak Kabut Asap
- Cegah Masalah Hukum, Pemkab Meranti dan Kejari Ingatkan Kades Tertib Kelola Dana Desa
- Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
- Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI saat Bimteknas DPP PKS se-Indonesia
- Persiapan Capai 99 Persen, Kejuaraan Karate GDR Championship Siap Digelar di Pekanbaru
- Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa
- DPRD Pekanbaru Dukung Pelebaran Jalan HR Subrantas,
- KNARA Adukan PT SBP ke Komnas HAM RI, Dugaan Perusakan Kebun dan Kriminalisasi Petani Disorot
Erdogan Ogah Temui Menlu AS Blinken di Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ogah temui Menlu AS Antony Blinken di Turki. (AFP/ADEM ALTAN)
Jakarta, VokalOnline.Com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan lebih memilih blusukan daripada menemui Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Anthony Blinken di Ankara, Turki, pada Senin (6/11).
Erdogan melakukan perjalanan ke wilayah timur laut Turki dan membiarkan Blinken bertemu Menlu Hakan Fidan. Kedua diplomat ini bertemu selama dua setengah jam.
Menanggapi respons Erdogan, profesor kebijakan publik di Institut Studi Pascasarjana Doha, Tamer Qarmout, menilai Turki sudah memahami betul tujuan Blinken.
"Misi utama Blinken adalah memberi lebih banyak waktu [untuk Israel]," kata Qarmout, dikutip Al Jazeera.
Dia kemudian berujar, "Turki mengetahui hal ini. Itu sebabnya dia mendapat sambutan dingin."
Lawatan Blinken ke Turki berlangsung usai pertemuan tegang dengan para pemimpin Arab di Irak, Palestina, dan Yordania, selama akhir pekan.
Para pemimpin negara Arab frustrasi atas sikap AS yang mendukung penuh Israel dan menolak gencatan senjata.
Selama perang di Gaza pecah, Erdogan mencoba untuk memposisikan diri sebagai perantara untuk menghentikan kekerasan.
Turki memiliki sikap yang jelas soal Palestina, terutama di perang kali ini. Mereka mengecam Israel dan menyebut aksi di Gaza sebagai kejahatan perang.
Erdogan bahkan sempat mengatakan Turki bekerja di balik layar dengan sekutu regionalnya untuk menerapkan gencatan senjata serta mengamankan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
"Prioritas kami adalah segera mewujudkan gencatan senjata kemanusiaan," kata Erdogan pada pekan lalu.
Turki, lanjut dia, sedang mengerjakan mekanisme baru yang "akan menjamin keamanan semua orang, terlepas dari apakah mereka Muslim, Kristen, atau Yahudi."(fit)**
Berita Terkait :
- Dokter Anestesi Palestina Lulusan UNS RI Tewas Kena Bombardir Israel0
- Seberapa Kuat Hamas Bertahan Melawan Gempuran Israel di Gaza?0
- DK PBB Gelar Rapat Hari Ini agar Israel Setop Gempur Gaza0
- PM Anwar Ibrahim Bertemu Erdogan, Bahas Palestina Sampai 2 Jam0
- Bantuan dari Mesir Masuk Jalur Gaza, AS Desak Perbatasan Tetap Terbuka0
_Black11.png)








