- Dukung Swasembada Pangan, Kapolsek Keritang Lewat Bhabinkamtibmas Sambangi Petani Sayur di Pengaliha
- DPD KNPI Kabupaten Indragiri Hilir Jajaki Sinergi Strategis Bersama Bawaslu Inhil
- Sat Binmas Polres Inhil Cek dan Dampingi Peternakan P2B di Lorong Bunga Padi
- Polsek Enok Dampingi Warga Sulap Halaman Rumah Jadi Lumbung Pangan
- Polsek Enok Ajak Warga Perbanyak Tanam Kunyit dan Serai di Pekarangan
- Polsek Keritang Gencar Monitoring Peternakan Sapi Kotabaru, Cegah Curnak dan Dukung Ketahanan Pangan
- Jadi Sahabat Petani, Polsek Enok Dorong Warga Enok Rawat Cabe Rawit dan Serai Secara Rutin
- Personil Polsek Enok Imbau Warga Optimalkan Lahan untuk Hasil Panen dan Tingkatkan Perekonomian
- Agrinas dan Talang Mamak Bersinergi, Pengelolaan Kebun Eks PT SAL Buka Lapangan Kerja
- Polsek Keritang Monitor Tanaman Padi Menjelang Panen
Gadis di Inhil Diterkam Buaya Saat Buang Air

Ilustrasi. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan di Kabupaten Indragiri Hilir menangkap seekor buaya. Predator puncak di air ini sebelumnya menerkam seorang gadis saat buang air di kamar mandi.
Sebelumnya, buaya menerkam perempuan 16 tahun itu terjadi pada 7 Desember 2021. Beruntung, pelajar ini tidak kehilangan karena buaya hanya melukai kakinya.
Penangkapan buaya ini dibenarkan oleh Kepala Bidang I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Andri Hansen Siregar.
"Saat ini sedang koordinasi dengan pihak terkait untuk tindak lanjut terhadap buaya," kata Andri, Kamis petang, 9 Desember 2021.
Andri menjelaskan, kejadian pada 7 Desember itu berlangsung pukul 08.30 WIB. Saat itu, korban yang tinggal di Jalan Kayu Jati, Kecamatan Tembilahan Hulu, Indragiri Hilir, membuang air di kamar mandi.
Tanpa disadari korban, buaya muncul dari permukaan air dan langsung menerkam kaki kirinya. Korban berusaha berontak sehinggakan buaya melepaskan gigitan.
"Akibatnya kaki kiri korban mengalami luka-luka," kata Andri.
Korban berteriak minta tolong karena merasakan buaya masih berada di sekitarnya. Orang tua korban datang lalu menarik dari air.
"Setelah kejadian korban Dea Harsani langsung di bawa menuju Puskesmas Kecamatan Tembilahan Hulu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," jelas Andri.
Andri menjelaskan, saat kejadian air sungai di sekitar rumah korban tengah naik. Hal ini membuat buaya yang berada di hulu sungai berkeliaran sampai ke pemukiman penduduk.
Agar peristiwa serangan buaya tak berulang, BBKSDA Riau menghimbau masyarakat lebih waspada. Masyarakat diminta tak beraktivitas dulu hingga pasang sungai surut. (syu)
Berita Terkait :
- Begini Momen Ketua TP PKK Kampar Disambut Anak Jokowi0
- Berakhir Besok, Warga Riau Ayo Manfaatkan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan0
- Jaksa : Berkas Dekan Unri Tersandung Cabul Belum Lengkap 0
- Berkas Karhutla PT Berlian Mitra Inti Lengkap0
- Mahfud MD Sebut Modus Korupsi Berbekal Kenalan dan Kekuatan Politik0
_Black11.png)









