- Tambang Batu Bara PT Era Perkasa Mining di Inhu Disorot, Lokasi Aktivitas Diduga Berbeda dengan IUP
- Kebakaran Rumah di Selatpanjang, Begini Penjelasan Polisi
- Hendry Munief Soroti Privatisasi Pesisir dan Abrasi dalam Pembahasan RUU Daerah Kepulauan
- Syahrul Aidi dan Hendry Munief Kompak Motivasi Mahasiswa UNRI Mandiri Sejak Kuliah
- Trisakti School of Multimedia Gandeng CIP Pekanbaru,Bahas Digital Marketing hingga Personal Branding
- Pesangon 10 Pekerja Tak Dibayar Usai PHK Sepihak, PT Awal Bros Bumi Pusaka Diduga Kebal Hukum
- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas 1,5 Km ke Barat Daya

Gunung merapi keluarkan awan panas/Liputan6.com
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Selasa (30/3) sekitar pukul 07.06 WIB.
Berdasarkan pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas itu tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 135 detik.
"Jarak luncur kurang lebih 1.500 m ke arah barat daya. Angin bertiup ke utara," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangannya, Selasa (30/3)
Sementara itu, pada pemantauan Senin (29/3) kemarin, teramati guguran lava pijar sebanyak 18 kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah barat daya dan sebagian ke arah tenggara.
Dari sisi kegempaan, tercatat ada 162 gempa guguran, lima gempa hybrid atau fase banyak, dan tiga gempa hembusan.
Sampai saat ini, aktivitas Gunung Merapi sendiri masih berada di Level 3 atau siaga sejak dinaikan statusnya pada 5 November 2020.
Dengan status itu, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya. Meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer. Sedangkan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 kilometer.
Lalu, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan selalu mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Tak hanya itu, kegiatan penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III juga direkomendasikan untuk dihentikan sementara.
(dis/arh)
Berita Terkait :
- 2 Orang Jadi Tersangka Kasus Pencurian Rumah Mewah Kedoya0
- KPK Akan Periksa Politikus PAN Yandri Susanto Terkait Kasus Bansos0
- Hari Kedua Kebakaran Kilang Balongan0
- Jelang Sidang Rizieq, Kawat Barikade Dipasang di PN Jaktim0
- Bripka CS Tembak Anggota TNI0
_Black11.png)









