- Jalan Santai HUT RI ke-81 di Siak, Wabup Syamsurizal Ingatkan Warga Waspadai Karhutla
- Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU Ricuh, Ketentuan Iddah Politik Tak Berubah
- Legislator Dapil Riau Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
- Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis
- Vendor Security RS Awal Bros Dumai Diduga Tarik Uang Pelicin, Manajemen Sebut Sudah Berganti Vendor
- INPEST Inhu Soroti Dugaan Tipikor, Kades Talang Durian Cacar dan Ketua BPD Bakal Dilaporkan
- IPP Pekanbaru Buka Layanan Hapus Tato Gratis di Senapelan
- Selain Bantu UMKM, Hendry Munief Dorong Pelaku Industri Kembangkan Industri Halal
- Kabut Asap Menurun, PDIP Kuansing Turun ke Jalan Bagikan Masker
- DPR Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Korupsi: Harus Tegas Hukuman Mati Efek Jera Untuk Koruptor
Hari Pohon Sedunia, Siak Hijau akan Semakin Hijau dengan Penanaman Pohon

Aldo (kanan) mewakili Jikalahari menerima bantuan bibit pohon dari BPDAS HL Indragiri Rokan beberapa hari lalu untuk ditanamkan pada penanaman pohon bersama Bupati Alfedri. (FOTO: IST)
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM)-Sempena Hari Pohon Sedunia yang dirayakan setiap 21 November, akan ada penanaman bibit pohon di Kota Siak Sriindrapura. Begawai Institute bersama Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) melaksanakannya sebagai bagian dari pra peluncuran (soft launching) Forest Art: Zamrud Siak Hijau.
Penanaman akan berlangsung Ahad, 21 November 2021, dimulai sekira pukul 09.00 WIB. Ada lebih kurang seribu bibit pohon yang akan ditanam di Kampung Benteng Hulu, sekitar Tangsi Belanda.
Bupati Siak Alfedri dijadwalkan mengikuti rangkaian acara. Yakni selain penanaman pohon, serta ada kegiatan mengisi podcast yang akan disiarkan secara live melalui akun Youtube Bandar Serai Festival. Demikian disampaikan Okto Yugo Setio, Wakil Koordinator Jikalahari, Ahad petang.
Forest Art akan bertajuk Zamrud Siak Hijau. Rencananya digelar pada Desember 2021. Forest Art ini berupa konser di tengah hutan alam Taman Nasional (TN) Zamrud. Akan ada panggung yang disiapkan terapung di atas salah satu danau di TN Zamrud.
"Tentunya, pertunjukan, termasuk konser di Danau Zamrud, itu tak menggunakan pelantang (speaker) yang dapat mengganggu ekosistem di sana, khususnya fauna yang ada," ungkap Okto.
"Tujuan utamanya, hendak mengajak masyarakat melestarikan hutan alam tersisa untuk generasi berikutnya, melalui seni dan kebudayaan."
Kerisauan Almarhum
Diungkapkan Okto pula, ide kegiatan Forest Art bermula dari Alm Datuk Seri Al Azhar. "Beliau pada masa hidupnya risau, prihatin dan protes atas kerusakan hutan, tanah dan ruang ekologis makhluk hidup. Dengan pendekatan kesenian dan kebudayaan, ajakan kepada masyarakat untuk melawan perubahan iklim dan menyelamatkan hutan alam tersisa di Riau barangkali adalah jalan yang bisa menyatukan," demikian Okto.
Rencana kegiatan tersebut sekaligus juga aksi penanaman pohon kali ini dilakukan demi mendukung komitmen Siak Hijau Bupati Siak Alfedri. Yakni, salah satu isinya adalah kehendak menyelamatkan hutan alam tersisa di Riau bersama masyarakat Siak.
Dalam rangkaian acara penanaman pohon, Bupati Siak Alfedri akan hadir bersama-sama masyarakat Siak, seniman dan budayawan serta komunitas seni di Siak menunjukkan solidaritas dan kolaborasi menyelamatkan hutan alam. Termasuk pula melestarikan Ekosistem Zamrud serta Taman Nasional Zamrud.
"Mari ramaikan. Yang tak sempat hadir, silakan nonton live streaming di Youtube Bandar Serai Festival," ujar Okto membahanakan rencana kegiatan. (din)
Berita Terkait :
- Polda Riau Tangkap Perusak Cagar Biosfer Giam Siak Kecil0
- Jaksa Tuntut Mantan Anak Buah Yan Prana 5 Tahun Penjara0
- Lusa, EU Keluarkan Aturan Baru Impor CPO dari Indonesia0
- Ingat!!! Hingga 28 November Nanti Polisi Gelar Operasi Zebra Lalu Lintas0
- Beruang Madu Ditemukan Mati Terjerat di Siak0
_Black11.png)









