- Syahrul Aidi Dukung MUI dan Forkomnas, Minta Pemerintah Konsisten Bela Palestina
- 600 Atlet INKANAS Berlaga di GDR Open Championship 1 Riau, Matangkan Persiapan Menuju Piala Kapolri
- Kasus ISPA di Meranti Capai 6.825 Kasus, Dinkes Minta Warga Waspadai Dampak Kabut Asap
- Cegah Masalah Hukum, Pemkab Meranti dan Kejari Ingatkan Kades Tertib Kelola Dana Desa
- Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
- Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI saat Bimteknas DPP PKS se-Indonesia
- Persiapan Capai 99 Persen, Kejuaraan Karate GDR Championship Siap Digelar di Pekanbaru
- Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa
- DPRD Pekanbaru Dukung Pelebaran Jalan HR Subrantas,
- KNARA Adukan PT SBP ke Komnas HAM RI, Dugaan Perusakan Kebun dan Kriminalisasi Petani Disorot
Harimau Terkam Penebang Kayu di Teluk Meranti Hingga Tewas

Harimau sumatra. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Seorang pekerja hutan tanaman industri, Tugiyat, diterkam harimau sumatra. Konflik manusia dengan satwa liar ini terjadi di areal sebuah perusahaan di Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.
Plt Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Fifin Arfiana Jogasora menjelaskan, korban merupakan operator gergaji mesin. Pada Sabtu siang, 5 Februari 2022, korban bekerja bersama sejumlah rekannya.
"Kejadiannya di petak 501 saat jam istirahat siang," kata Fifin, Minggu malam, 6 Februari 2022.
Saat teman kerja ingin makan siang, korban tak kembali ke lokasi peristirahatan. Korban dipanggil temannya untuk makan siang tapi tak ada jawaban.
Seorang temannya mencari korban. Enam meter melangkah, temannya tadi hanya menemukan celana korban dan sejumlah bercak darah di tanah dan dedaunan.
"Rekan korban berteriak minta tolong dan mencari bantuan," terang Fifin.
Teman-teman korban mengerahkan dua alat berat untuk mencari. Ini dilakukan sebagai antisipasi jika ada satwa liar menyerang.
"Korban bari ditemukan pada petang hari dalam keadaan meninggal dunia," jelas Fifin.
Jasad korban terdapat bekas cakaran diduga harimau sumatra. Korban dibawa ke pusat kesehatan perusahaan dan dilakukan otopsi.
"Jasad korban sudah diserahi pihak perusahaan ke keluarga," ucap Fifin.
Fifin menyebut BBKSDA Riau sudah mengirim tim ke lokasi untuk mitigasi konflik manusia dengan satwa liar ini. Bersama pihak terkait akan dilakukan koordinasi untik menentukan langkah berikutnya. (syu)
Berita Terkait :
- Pengendara Sepeda Motor Meninggal Setelah Ditabrak Truk Fuso0
- Kapolda Riau Turun Tangan Vaksinasi Warga di Bunut0
- Jaksa Tuntut Mati Tahanan Rutan Pengendali 5 Kilogram Sabu0
- Ingat!!! Hingga 28 November Nanti Polisi Gelar Operasi Zebra Lalu Lintas0
- Gajah Sakit yang Sempat Diobati BBKSDA Riau Ditemukan Mati0
_Black11.png)








