- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
- Stand Pendaftaran PRB 2027 Resmi Dibuka: Langkah Awal Menuju Ajang Kompetisi Sains
- Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Meranti Beri 135 Teguran
- Sekda Meranti Buka Semarak Bulan Bahasa Sempena Sumpah Pemuda Lestarikan Budaya Melayu
- Karmila Sari Terima Penghargaan Alumni di Peringatan Dies Natalis ke-67 Untar
- Bupati Siak Afni Sandingkan Ketokohan Chadijah Ali dengan Tengku Agung Syarifah Latifah
- Syahrul Aidi Maazat Dorong Hasil Riset Kampus Jadi Acuan Kebijakan Pemerintah
- Sumpah Pemuda 2026 di Tembilahan, Iwan Taruna: Sinergi Pemda dan Pemuda Kunci Inhil Maju
- Sebanyak 183 Surveyor Riau dan Kepri Ikuti Pembekalan
- 183 Surveyor Riau dan Kepri Ikuti Pembekalan
Hariz Azhar Ungkap Hukuman Pidana Tak Bisa Hentikan Kritik Publik

Jakarta, VokalOnline.Com - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar menegaskan hukuman pidana tidak akan menghentikan publik untuk mengkritik praktik bernegara yang tidak etis.
Ia mengamini bahwa kebebasan tidak ada yang absolut. Namun, kata dia, pejabat negara juga tak boleh absolut untuk tidak dikritik.
Dia menilai tuntutan pidana empat tahun penjara dalam kasus pencemaran nama baik terhadap Luhut Binsar Pandjaitan yang dijatuhkan JPU kepada dirinya merupakan praktik represi.
"Menurut saya proses hukum yang dialamatkan kepada saya, terus ada tuntutan empat tahun itu menurut saya episode lanjutan dari praktik represi negara terhadap warga," kata Haris di seminar BEM FEB UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (22/11).
Lebih lanjut, Haris juga berharap hakim menjatuhkan vonis bebas kepada dirinya dan rekannya, Fatia Maulidiyanti.
Haris menjelaskan penggunaan nama Lord Luhut dalam sebuah video yang diunggah melalui akun YouTube miliknya secara kebebasan berekspresi tidak salah. Begitupun dengan pernyataan Fatia Maulidiyanti terkait peran Luhut dalam bermain tambang di Papua.
"Bukti-bukti di persidangan juga sangat lemah, tidak memenuhi unsur-unsur logisnya. Saya dan Fatia tidak bisa dipidanakan," ujarnya.
Sebelumnya, Haris Azhar dituntut dengan pidana penjara empat tahun serta denda Rp1 juta subsider enam bulan kurungan dalam kasus pencemaran nama baik terhadap Luhut Binsar Pandjaitan.
JPU menilai Haris telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan pencemaran nama baik.
Atas perbuatannya itu, Haris dinilai melanggar Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang ITE juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.(fit)**
Berita Terkait :
- Gabungan BEM Kampus di Indonesia: Jangan Kebiri Demokrasi yang Seumur Jagung Ini0
- Yudo Margono: Besok Sertijab Panglima TNI, 26 November Saya Pensiun0
- HUT Ke-4 JMSI akan Berikan Penghargaan untuk Sejumlah Tokoh Nasional dan Daerah0
- Unand Gelar The First International Conference on Humanities0
- PKPU Syarat Capres-cawapres Terbaru Digugat ke MA0
_Black11.png)









