- Menolak Penertiban Kaswasan Hutan, Pengelola eks PT WMI Tantang Prabowo: Saya Akan Temui President
- Kapolsek Keritang: Panen Jagung Bersama Warga Wujud Nyata Polri Dukung Program Presiden
- Bola Panas Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah, Kejari Inhu: Laporan Akan Ditindaklanjuti
- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
Hendry Munief Soroti Serapan Naker Sektor Industri dari Alumni SMK di Riau masih Rendah

Jakarta, VokalOnline.Com - Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief MBA menyoroti masih rendahnya serapan dunia industri terhadap alumni SMK. Padahal alumni SMK disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja (naker).
Hal itu disampaikan oleh Hendry Munief saat dihubungi pada Kamis (16/10/2025). Dia menerangkan hal itu terungkap saat mengikuti kegiatan di SMK Kehutanan beberapa hari lalu.
"Beberapa waktu lalu kita diundang mengikuti suatu acara di SMK Kehutanan Pekanbaru. Salah satu yang kita diskusikan adalah terkait serapan dunia usaha khususnya sektor industri. Ternyata rata-rata serapan itu sekitar 30 persen dari yang tamat. Dan itu sempat kita tanyakan ke kepala sekolah lain, jawabannya hampir sama. Tentu fakta ini mengejutkan kita. Program pemerintah yang kita harapkan mampu mengatasi persoalan SDM ternyata tidak berjalan dengan baik" kata Hendry Munief.
Menurutnya sektor industri adalah sektor yang tepat menyerap naker karena kebutuhannya sangat tinggi. Dia menyatakan akan menelusuri ke Kementerian Perindustrian kenapa persoalan ini terjadi. Apa yang tidak terpenuhi oleh sekolah vokasi selama ini.
"Nanti kita telusuri ke Kemenperin kenapa kondisi ini terjadi. Kita juga melakukan diskusi dengan pelaku pendidikan baik guru, kepsek atau lainnya, ternyata alumni mereka banyak bekerja dari pada kuliah tapi pekerjaannya tidak sesuai dengan jurusan yang diambil." tegasnya.
Dia juga mengharapkan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan mencarikan solusi atas hal ini. Jangan sampai dana yang dialokasikan untuk sektor pendidikan tidak terserap sesuai dengan tujuannya.
"Kita juga mengharapkan kepada pemda menelusuri persoalan ini. Jangan sampai anggaran habis tapi output nya tidak tercapai. Pemda dapat melakukan dialog dengan sektor usaha khususnya industri untuk mendapatkan masukan positif." sarannya.(**)
Berita Terkait :
- Tak Diizinkan Masuk,Tim Rizieq Cekcok Dengan Polisi0
- Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas 1,5 Km ke Barat Daya0
- 2 Orang Jadi Tersangka Kasus Pencurian Rumah Mewah Kedoya0
- KPK Akan Periksa Politikus PAN Yandri Susanto Terkait Kasus Bansos0
- Hari Kedua Kebakaran Kilang Balongan0
_Black11.png)









