- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
Hendry Munief Soroti Serapan Naker Sektor Industri dari Alumni SMK di Riau masih Rendah

Jakarta, VokalOnline.Com - Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief MBA menyoroti masih rendahnya serapan dunia industri terhadap alumni SMK. Padahal alumni SMK disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja (naker).
Hal itu disampaikan oleh Hendry Munief saat dihubungi pada Kamis (16/10/2025). Dia menerangkan hal itu terungkap saat mengikuti kegiatan di SMK Kehutanan beberapa hari lalu.
"Beberapa waktu lalu kita diundang mengikuti suatu acara di SMK Kehutanan Pekanbaru. Salah satu yang kita diskusikan adalah terkait serapan dunia usaha khususnya sektor industri. Ternyata rata-rata serapan itu sekitar 30 persen dari yang tamat. Dan itu sempat kita tanyakan ke kepala sekolah lain, jawabannya hampir sama. Tentu fakta ini mengejutkan kita. Program pemerintah yang kita harapkan mampu mengatasi persoalan SDM ternyata tidak berjalan dengan baik" kata Hendry Munief.
Menurutnya sektor industri adalah sektor yang tepat menyerap naker karena kebutuhannya sangat tinggi. Dia menyatakan akan menelusuri ke Kementerian Perindustrian kenapa persoalan ini terjadi. Apa yang tidak terpenuhi oleh sekolah vokasi selama ini.
"Nanti kita telusuri ke Kemenperin kenapa kondisi ini terjadi. Kita juga melakukan diskusi dengan pelaku pendidikan baik guru, kepsek atau lainnya, ternyata alumni mereka banyak bekerja dari pada kuliah tapi pekerjaannya tidak sesuai dengan jurusan yang diambil." tegasnya.
Dia juga mengharapkan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan mencarikan solusi atas hal ini. Jangan sampai dana yang dialokasikan untuk sektor pendidikan tidak terserap sesuai dengan tujuannya.
"Kita juga mengharapkan kepada pemda menelusuri persoalan ini. Jangan sampai anggaran habis tapi output nya tidak tercapai. Pemda dapat melakukan dialog dengan sektor usaha khususnya industri untuk mendapatkan masukan positif." sarannya.(**)
Berita Terkait :
- Tak Diizinkan Masuk,Tim Rizieq Cekcok Dengan Polisi0
- Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas 1,5 Km ke Barat Daya0
- 2 Orang Jadi Tersangka Kasus Pencurian Rumah Mewah Kedoya0
- KPK Akan Periksa Politikus PAN Yandri Susanto Terkait Kasus Bansos0
- Hari Kedua Kebakaran Kilang Balongan0
_Black11.png)









