- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
Jaksa Juga Usut Dugaan Korupsi Anggaran Covid-19 di Meranti
Rapid Tes Berbayar

Alat rapid tes sebagai deteksi awal virus corona atau Covid-19. Syukur
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Misri Hasanto, ditahan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Dia menjadi tersangka dugaan penyelewengan alat rapid tes antibodi Covid-19 yang merupakan hibah dari negara.
Ternyata, kasus penyelewengan alat tes Covid-19 di kabupaten termuda di Riau ini tidak hanya diusut polisi. Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat juga tengah mengusut di dinas serupa dengan fokus yang berbeda.
Kasi Intelijen Kejari Kepulauan Meranti, Hamiko, tak menampiknya. Bedanya perkara di jaksa masih penyelidikan atau dalam rangka mencari alat bukti terjadinya tindak pidana.
"Ini beda dengan yang saat ini diusut kepolisian," tegas Hamiko, Senin siang, 20 September 2021.
Hamiko menyebut jaksa penyelidik sudah meminta keterangan sejumlah orang. Baik itu dari dinas kesehatan ataupun pihak lain terkait tes cepat deteksi Covid-19 itu.
"Sudah ada belasan orang yang diminta keterangan," kata pria yang pernah bertugas di Kejari Pekanbaru itu.
Hanya saja, Hamiko tidak merincikan perbedaan kasus yang tengah diusut pihaknya dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.
"Inikan masih penyelidikan, nanti dululah," ucap Hamiko.
Informasi dirangkum, penyelewengan ini terjadi ketika Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti menerima ribuan alat rapid tes antibodi dari Kementerian Kesehatan. Sedianya, alat itu digunakan untuk membantu kantor kesehatan pelabuhan (KKP).
Hal ini digunakan sebagai syarat administrasi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan melalui jalur laut. Hanya saja, ada sebagian dari ribuan alat itu digunakan dinas kesehatan untuk instansi lain.
Di instansi lain ini, dinas kesehatan menggunakan alat rapid tes dari negara ini dan melakukan pungutan. Pungutan ini diketahui setelah adanya instansi mengeluarkan kwitansi pembayaran kepada dinas kesehatan. (syu)
Berita Terkait :
- Ratusan Polisi Sasar Pengemudi tak Patuhi Prokes0
- Pungut Biaya Rapid Tes yang Seharusnya Gratis0
- Bank BJB Raih Pengelolaan LHKPN dan Finalis UPG Terbaik0
- BBKSDA Riau Obati Gajah Sakit dari Giam Siak Kecil0
- Warga Gugat Wali Kota Pekanbaru ke Pengadilan0
_Black11.png)









