- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
- Pelatihan Jurnalistik Digital, Koneksi Tingkatkan Kompetensi di Era Media Digital
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Resmi Dibuka, 1.050 Karateka Siap Bertanding
- Karmila Sari Buka Pelatihan Massal Kuliner, UMKM Diminta Terus Berinovasi
- BPP KAPMI Resmikan Kantor Baru di Menteng, Kukuhkan Tiga Tokoh Nasional sebagai Pembina
- Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Perbaiki Jalan Desa
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Perebutkan Piala Plt Gubernur, Dibuka Sabtu Besok
- Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM
- Rekor Berlanjut: MAN 1 Pekanbaru Jadi Penyumbang Peserta OSN Nasional Terbanyak dari Riau
- Pemko Pekanbaru Perjuangkan Hibah Aset Pemerintah Pusat Jadi Barang Milik Daerah
Jokowi: 2,9 Miliar Orang di Dunia Tak Terhubung Internet

Jakarta, VokalOnline.Com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan saat ini akses digital di dunia belum merata. Buktinya, masih ada 2,9 miliar penduduk di dunia yang belum bisa mengakses internet.
"2,9 miliar penduduk dunia belum terhubung ke internet, termasuk 73 persen penduduk negara kurang berkembang. Infrastruktur digital juga belum merata," ungkap Jokowi dalam pidato pembuka sesi 3 Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11).
Padahal, Jokowi mengungkapkan saat ini ekonomi digital merupakan kunci perekonomian dunia. Terbukti, pada saat pandemi, ekonomi digital menjadi salah satu pilar yang bertahan.
Adapun, ekonomi digital menyumbang 15,5 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB) global. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat kecil untuk menjadi bagian dari rantai pasok global.
"Sebagai presiden G20, Indonesia mendorong transformasi digital untuk mempercepat pemulihan global. Dan di bawah presidensi Indonesia, digital economy working group sudah mulai berjalan," papar Jokowi.
Namun, untuk melakukan transformasi digital tersebut, sejumlah faktor harus disoroti. Salah satunya, akses terhadap infrastruktur internet.
"390 juta (orang) tinggal di wilayah tanpa internet nirkabel. Ketimpangan ini harus segera kita perbaiki. G20 harus dapat memobilisasi investasi untuk membangun infrastruktur digital yang terjangkau bagi semua," jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya literasi digital saat ini. Jokowi menilai melek literasi bukan lagi menjadi pilihan, namun sebuah keharusan agar semua pihak dapat berpartisipasi di ekonomi masa depan.**syafira
Berita Terkait :
- Jokowi dan Xi Jinping Nobar Uji Coba Kereta Cepat dari Bali Sore Ini0
- Elon Musk Pecat Insinyur Twitter Melalui Cuitan0
- Bitvo Kanada Batalkan Kesepakatan Diakuisisi oleh FTX0
- Profil Eddy William Katuari, Bos Wings Pemilik The Apurva Kempinski0
- Tiga Negara Penyumbang Surplus Dagang Terbesar Indonesia0
_Black11.png)









