- Dukung Program MBG, SPPG Pematang Reba 02 Ikuti Peresmian Serentak 980 SPPG
- 320 Posyandu Diperkuat, RAPP Bekali Ribuan Kader dengan Edukasi Kesehatan dan Gizi di Riau
- Merawat Silaturahmi, Menguatkan Kontribusi: IKA Unri RAPP Punya Nahkoda Baru
- Alam Cahayo Tuah Nagoghi dan Sari Jadi Gementar Alam Melaju ke Final Pacu Jalur 2026
- Dari Konflik Menuju Kolaborasi, RAPP dan Petani Beruk Sepakati Pengelolaan Lahan yang Kondusif
- Cegah Kabut Asap Makin Tebal Polsek Tebing Tinggi Bagikan Masker kepada Masyarakat
- Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
- DPRD Meranti Panggil Sejumlah OPD, Bahas Persoalan Pergaulan Remaja dan Perlindungan Anak
- Siompu Kampar Riau Tampilkan Parade Manjujuong Dulang dan Baju Bakuduong
- H. Ian Machyar Terpilih Aklamasi sebagai Ketua BPC Perhumas Pekanbaru Periode 2026-2029
Jokowi: 2,9 Miliar Orang di Dunia Tak Terhubung Internet

Jakarta, VokalOnline.Com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan saat ini akses digital di dunia belum merata. Buktinya, masih ada 2,9 miliar penduduk di dunia yang belum bisa mengakses internet.
"2,9 miliar penduduk dunia belum terhubung ke internet, termasuk 73 persen penduduk negara kurang berkembang. Infrastruktur digital juga belum merata," ungkap Jokowi dalam pidato pembuka sesi 3 Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11).
Padahal, Jokowi mengungkapkan saat ini ekonomi digital merupakan kunci perekonomian dunia. Terbukti, pada saat pandemi, ekonomi digital menjadi salah satu pilar yang bertahan.
Adapun, ekonomi digital menyumbang 15,5 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB) global. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat kecil untuk menjadi bagian dari rantai pasok global.
"Sebagai presiden G20, Indonesia mendorong transformasi digital untuk mempercepat pemulihan global. Dan di bawah presidensi Indonesia, digital economy working group sudah mulai berjalan," papar Jokowi.
Namun, untuk melakukan transformasi digital tersebut, sejumlah faktor harus disoroti. Salah satunya, akses terhadap infrastruktur internet.
"390 juta (orang) tinggal di wilayah tanpa internet nirkabel. Ketimpangan ini harus segera kita perbaiki. G20 harus dapat memobilisasi investasi untuk membangun infrastruktur digital yang terjangkau bagi semua," jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya literasi digital saat ini. Jokowi menilai melek literasi bukan lagi menjadi pilihan, namun sebuah keharusan agar semua pihak dapat berpartisipasi di ekonomi masa depan.**syafira
Berita Terkait :
- Jokowi dan Xi Jinping Nobar Uji Coba Kereta Cepat dari Bali Sore Ini0
- Elon Musk Pecat Insinyur Twitter Melalui Cuitan0
- Bitvo Kanada Batalkan Kesepakatan Diakuisisi oleh FTX0
- Profil Eddy William Katuari, Bos Wings Pemilik The Apurva Kempinski0
- Tiga Negara Penyumbang Surplus Dagang Terbesar Indonesia0
_Black11.png)








