- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Oktober 2026, JMSI Riau Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
- Karmila Sari Dorong Sekolah Garuda Cetak Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas
- Cabor Karate Dumai Tegaskan Tidak Dukung Aci sebagai Calon Ketua KONI
- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
- Giat Dasawisma RT 03/08 Tobek Godang Sempena HUT RI ke-81
- Pelatihan Jurnalistik Digital, Koneksi Tingkatkan Kompetensi di Era Media Digital
Tiga Negara Penyumbang Surplus Dagang Terbesar Indonesia

Jakarta,VokalOnline.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tiga negara menjadi penyumbang surplus perdagangan terbesar Indonesia pada Oktober 2022. Ketiganya yaitu India, Amerika Serikat (AS), dan China.
"Neraca perdagangan mencatat surplus sebesar US$5,67 miliar. Jadi neraca perdagangan sampai Oktober 2022 ini membukukan surplus selama 30 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto saat konferensi pers, Selasa (15/11).
Bulan lalu, surplus terjadi karena nilai ekspor melonjak 0,13 persen dari US$24,78 miliar pada September menjadi US$24,81 miliar.
Sementara, nilai impor hanya US$19,14 miliar atau turun 3,40 persen dari posisi sebelumnya yang sebesar US$19,81 miliar.
Surplus neraca dagang ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar US$7,66 miliar. Di sisi lain neraca dagang migas RI defisit US$1,99 miliar.
Dalam pemaparannya, Setianto menjelaskan India merupakan negara penyumbang surplus perdagangan non migas terbesar senilai US$1,69 miliar.
Ekspor ke India tercatat mencapai US$2,11 miliar, jauh di atas impornya yang sebesar US$418,1 juta. Beberapa produk yang menyumbang surplus terbesar adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, dan besi dan baja.
Setelah itu, AS mengekor dengan surplus senilai U$1,28 miliar yang berasal dari ekspor senilai US$2,06 miliar dan impor US$781,4 juta. Produk penyumbang surplus terbesar adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, lemak dan minyak hewani/nabati, serta alas kaki.
Di posisi ketiga, Indonesia mencatat surplus dagang dengan China sebesar US$1,045 miliar yang berasal dari selisih ekspor US$6,24 miliar dan impor US$5,2 miliar. Surplus ini berasal dari sejumlah produk di antaranya bahan bakar mineral, besi dan baja, serta lemak dan minyak hewan/nabati.**Syafira
Berita Terkait :
- SKK Migas Merasa Kecolongan Shell Keluar dari Blok Masela0
- Bahlil Ajak Australia Kembangkan Ekosistem Baterai Listrik0
- Satgas Beber Skema Penipuan di Balik Kasus Pinjol Ratusan Mahasiwa IPB0
- Pj Gubernur Akmal Malik Transmigrasi Tak Terpisahkan dari Sulbar0
- Puja-puji Ratu Belanda untuk Kartu Prakerja0
_Black11.png)









