- Pesangon 10 Pekerja Tak Dibayar Usai PHK Sepihak, PT Awal Bros Bumi Pusaka Diduga Kebal Hukum
- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
- JMSI Riau Targetkan Seluruh Wartawan Anggota Bersertifikat UKW pada 2027
- Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Menyesuaikan Kebutuhan Daerah
- Antisipasi Dampak AI pada Industri Pers, Syahrul Aidi Minta DPR Siapkan RUU Regulasi Digital
- VokalOnline ikuti Webinar Merajut Nusantara
- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
Kapolres Kampar Bantah Anggotanya Pukul Remaja Tunanetra
AKBP Rido: Laporkan dan Kita Visum

Ilustrasi. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Kapolres Kampar Rido Purba SIK angkat bicara terkait dugaan pemukulan remaja tunanetra oleh anggotanya. Rido membantah ada kekerasan fisik oleh anggotanya dan meminta korban membuat laporan polisi jika hal tersebut memang terjadi.
Rido menjelaskan, pada Sabtu malam Tim Tembak Polres Kampar melakukan patroli di seputaran Bangkinang kota. Tujuannya mencegah ll kejahatan dan mengantisipasi balap liar yang kerap dilakukan remaja.
Saat berada di Jalan Ahmad Yani, tim melihat remaja mencurigakan mengendarai Yamaha Mio tanpa plat nomor. Rido menyebut motor tadi dinaiki tiga remaja dan tidak memakai helm.
"Petugas mencoba menghentikan tapi para remaja tadi berusaha melarikan diri dengan menambah kecepatannya," jelas Rido.
Rido menyatakan anggotanya mencurigai remaja tadi sebagai pelaku kejahatan dan berusaha mengejar. Petugas berhasil memepet sepeda motor para remaja tadi tapi mereka tak mau berhenti.
"Bahkan menabrak bagian belakang motor patroli hingga lampu seinnya pecah dan anggota patroli ini hampir terjatuh, namun akhirnya mereka berhasil diamankan," kata Rido.
Saat petugas, tambah Rido, anggotanya menanyakan surat-surat kendaraannya tapi tak bisa ditunjukkan. Lalu mereka tidak dapat menunjukkan sehingga petugas membawa remaja tadi dan sepeda motor ke Polres Kampar untuk ditilang.
"Saat itu petugas melihat salahsatu dari remaja ini yaitu Dedi (Chandra) memiliki masalah dalam penglihatannya, karena pada waktu akan dibawa ke Polres Kampar dia terlihat bingung untuk menaiki sepeda motor," jelas Rido.
"Ketika ditanyakan kepada temannya, disampaikan mereka bahwa Dedi memang mengalami masalah penglihatan sejak lahir," sebut Rido.
Rido menegaskan tidak ada pemukulan. Dia menyatakan anggotanya hanya memberikan pengarahan kepada remaja tadi agar tidak melanggar aturan atau berbuat kejahatan.
"Hingga saat ini dari pihak remaja yang telah ditilang belum ada datang ke Polres Kampar untuk mengurus kendaraannya dengan membawa surat-surat kendaraan," jelas Rido.
Terkait pengakuan pemukulan, Rido mempersilahkan para remaja tadi melapor ke Polres. Rido berjanji akan melakukan visum untuk memastikan kebenarannya.
"Selain itu saya juga sudah perintahkan Propam Polres melakukan investigasi terkait isu pemukulan oleh anggota Polres Kampar," kata Rido. (syu)
Berita Terkait :
- Personel Polres Kampar Diduga Pukuli Remaja Tunanetra0
- Mahasiswa Laporkan Bupati Rohil ke Polda Riau0
- Jaksa Pelalawan Bebaskan Pencuri Sawit, Alasannya Menggugah Hati0
- Fakultas Tarbiyah UIN Suska Rekomendasikan Mahasiswi AAF Diberhentikan0
- Buat Berita Hoax, Seluruh Pernyataan Larsen Yunus Jadi Tanggung Jawab RiauAndalasCom0
_Black11.png)









