- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
- Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing di SDN 02 Selatpanjang
- Kapolda Riau Kunjungi Concong, Tanam Mangrove hingga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Pesisir
Kapolres Kampar Bantah Anggotanya Pukul Remaja Tunanetra
AKBP Rido: Laporkan dan Kita Visum

Ilustrasi. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Kapolres Kampar Rido Purba SIK angkat bicara terkait dugaan pemukulan remaja tunanetra oleh anggotanya. Rido membantah ada kekerasan fisik oleh anggotanya dan meminta korban membuat laporan polisi jika hal tersebut memang terjadi.
Rido menjelaskan, pada Sabtu malam Tim Tembak Polres Kampar melakukan patroli di seputaran Bangkinang kota. Tujuannya mencegah ll kejahatan dan mengantisipasi balap liar yang kerap dilakukan remaja.
Saat berada di Jalan Ahmad Yani, tim melihat remaja mencurigakan mengendarai Yamaha Mio tanpa plat nomor. Rido menyebut motor tadi dinaiki tiga remaja dan tidak memakai helm.
"Petugas mencoba menghentikan tapi para remaja tadi berusaha melarikan diri dengan menambah kecepatannya," jelas Rido.
Rido menyatakan anggotanya mencurigai remaja tadi sebagai pelaku kejahatan dan berusaha mengejar. Petugas berhasil memepet sepeda motor para remaja tadi tapi mereka tak mau berhenti.
"Bahkan menabrak bagian belakang motor patroli hingga lampu seinnya pecah dan anggota patroli ini hampir terjatuh, namun akhirnya mereka berhasil diamankan," kata Rido.
Saat petugas, tambah Rido, anggotanya menanyakan surat-surat kendaraannya tapi tak bisa ditunjukkan. Lalu mereka tidak dapat menunjukkan sehingga petugas membawa remaja tadi dan sepeda motor ke Polres Kampar untuk ditilang.
"Saat itu petugas melihat salahsatu dari remaja ini yaitu Dedi (Chandra) memiliki masalah dalam penglihatannya, karena pada waktu akan dibawa ke Polres Kampar dia terlihat bingung untuk menaiki sepeda motor," jelas Rido.
"Ketika ditanyakan kepada temannya, disampaikan mereka bahwa Dedi memang mengalami masalah penglihatan sejak lahir," sebut Rido.
Rido menegaskan tidak ada pemukulan. Dia menyatakan anggotanya hanya memberikan pengarahan kepada remaja tadi agar tidak melanggar aturan atau berbuat kejahatan.
"Hingga saat ini dari pihak remaja yang telah ditilang belum ada datang ke Polres Kampar untuk mengurus kendaraannya dengan membawa surat-surat kendaraan," jelas Rido.
Terkait pengakuan pemukulan, Rido mempersilahkan para remaja tadi melapor ke Polres. Rido berjanji akan melakukan visum untuk memastikan kebenarannya.
"Selain itu saya juga sudah perintahkan Propam Polres melakukan investigasi terkait isu pemukulan oleh anggota Polres Kampar," kata Rido. (syu)
Berita Terkait :
- Personel Polres Kampar Diduga Pukuli Remaja Tunanetra0
- Mahasiswa Laporkan Bupati Rohil ke Polda Riau0
- Jaksa Pelalawan Bebaskan Pencuri Sawit, Alasannya Menggugah Hati0
- Fakultas Tarbiyah UIN Suska Rekomendasikan Mahasiswi AAF Diberhentikan0
- Buat Berita Hoax, Seluruh Pernyataan Larsen Yunus Jadi Tanggung Jawab RiauAndalasCom0
_Black11.png)









