- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
Karhutla Riau Tahun Ini Bakal Parah, Begini Penjelasan BMKG Pekanbaru

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Pemerintah Provinsi Riau menetapkan siaga kebakaran hutan dan lahan terhitung 21 Maret hingga 30 November nanti. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Riau Syamsuar nomor 653/III/2022.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun di Pekanbaru, ancaman kebakaran lahan tahun ini lebih besar dari tahun 2020 dan 2021. Pasalnya tahun ini musim kemarau di Riau bersifat normal.
"Sifatnya netral atau lebih kering," kata Kepala BMKG Pekanbaru Ramlan, Rabu siang, 23 Maret 2022.
Ramlan menjelaskan, musim kemarau pada tahun 2020 dan 2021 terbantu oleh fenomena La Nina. Hal ini membuat musim kemarau dua tahun sebelumnya lebih basah.
"Sehingga terbantu karena basah," ucap Ramlan.
Tahun ini, tambah Ramlan, musim kemarau di Riau terjadi dua kali. Yang pertama terjadi pada Februari dan sudah berakhir karena Riau hingga April nanti sudah memasuki musim hujan.
Musim kemarau kedua diprakirakan terjadi pada Mei hingga September dan Oktober. Puncaknya terjadi pada Juni dan Juli serta diprakirakan lebih kering sehingga potensi kebakaran lahan cukup besar.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD seharusnya siaga karhutla itu ditetapkan pada pertengahan Februari lalu," kata Ramlan.
Hanya saja pada saat itu, hanya satu kabupaten di Riau yang baru menetapkan status siaga, yaitu Kepulauan Meranti. Sedangkan syarat untuk status siaga provinsi minimal dua kabupaten.
Masuknya musim hujan hingga April nanti bukan berarti Riau bisa bebas dari kebakaran lahan. Masih ada beberapa daerah yang kering karena musim hujan belum masuk.
Terkait musim kemarau kedua, Ramlan menyebut tidak terjadi serentak. Daerah yang paling awal adalah Rokan Hulu bagian utara, kemudian Rokan Hilir, Pelalawan, Dumai dan Kepulauan Meranti.
"Pada Juni itu puncak, seluruh daerah sudah masuk musim kemarau," kata Ramlan.
Ramlan menyatakan, penetapan status siaga merupakan langkah antisipatif. Kebakaran lahan bisa cepat tertangani sehingga tidak meluas yang berakibat terjadinya bencana kabut asap.
Di sisi lain, per 23 Maret ini masih terpantau titik panas sebagai indikasi kebakaran lahan. Berdasarkan data dari BMKG Pekanbaru, Riau pada 23 Maret terpantau 6 titik panas. Jumlah itu terdapat di Kabupaten Kampar dan Rokan Hilir.
Pada tahun ini, sudah ada 168,66 hektare lahan terbakar di Riau. Rinciannya, Rokan Hulu 3 hektare, Rokan Hilir 3 hektare, Dumai 5,1 hektare, dan Bengkalis 74,2 hektare.
Kemudian, Kepulauan Meranti 6 hektare, Siak 4,28 hektare, Pekanbaru 3,13 hektare, Kampar 8 hektare, Pelalawan 22,7 hektare, Indragiri Hulu 6,75 hektare, Indragiri Hilir 32,5 hektare. Sementara untuk Kuantan Singingi tercatat masih nihil. (syu)
Berita Terkait :
- Muhammad Maliki Terpilih Kembali sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Rohil0
- Sambut Bulan Suci Ramadhan, Gelar Acara Makan Bersama Dengan Pengurus DPD PWMOI Bengkalis0
- BMKG Pekanbaru Jelaskan Terjadinya Fenomena Hujan Es di Kuansing0
- Ini Di Rohil,Beli Sabu Tukar Dengan Chips Game,Tiga Warga Ditangkap Polisi.0
- Pemasang Spanduk Tuding Kejati Riau Main Proyek Minta Maaf0
_Black11.png)









