- Bola Panas Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah, Kejari Inhu: Laporan Akan Ditindaklanjuti
- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
Kawanan Gajah Robohkan Pondok Petani Sawit di Koto Garo

Pondok di Desa Koto Garo, Kabupaten Kampar, yang roboh oleh kawanan gajah liar. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Kelompok sebelas dari Petapahan kembali membuat warga ketar-ketir. Setelah menginjak petani hingga meninggal di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Minas, Kabupaten Siak, kawanan gajah sumatra ini bergerak ke Desa Koto Garo, Kabupaten Kampar.
Jalur gajah yang dulunya hutan kini berubah menjadi perkebunan. Gajah yang dulunya hanya menemui batang pohon hutan alam sekarang sudah bersua dengan pondok-pondok.
Setidaknya ada tiga pondok warga di kebun yang menjadi sasaran. Kawanan gajah mengamuk sehingga merobohkan tempat hunian sementara pekerja kebun di desa itu pada Rabu, 2 Februari 2022.
Menurut Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Mahfud, gajah merobohkan pondok karena mencari sumber garam mineral.
"Gaja butuh garam mineral bekas arang yang ada di tanah dan itu dicari dalam pondok warga," ujar Mahfud, Kamis siang, 3 Februari 2022.
Mahfud menyebut petugas tengah melakukan mitigasi konflik di desa itu. Petugas mengidentifikasi kawanan gajah ini masih sama dengan satwa liar yang menewaskan petani di Tahura Minas.
"Untuk di desa yang baru ini beruntung tidak ada korban jiwa," kata Mahfud.
Selain pondok, gajah juga merobohkan ratusan batang kelapa sawit. Gajah mencari bagian muda daun sawit karena menyukai tanaman itu untuk dimakan.
Saat ini, petugas tengah menggiring gajah agar tidak mendekati pemukiman warga. Petugas mengusir gajah dengan membuat suara gaduh.
"Dibuat bunyi-bunyian dan memakai petasan," kata Mahfud.
Sebagai informasi, kelompok sebelas merupakan kawanan gajah di Kabupaten Kampar. Kelompok ini punya perlintasan hingga ke Kabupaten Siak dan balik lagi ke Kampar dengan melintasi sejumlah desa.
Dulunya, jalur gajah ini belum ada pemukiman ataupun kebun. Namun dalam beberapa tahun terakhir sudah banyak kebun sawit sementara gajah tidak pernah merubah jalur perlintasan. (syu)
Berita Terkait :
- Mahasiswa Desak Kejari dan Kejati Riau Usut Dugaan Korupsi Bupati Catur0
- Kejati Riau Tetapkan Ketua KONI Kampar Tersangka Korupsi0
- Batalyon 132 Bima Sakti Gelar Sejumlah Pertandingan0
- Polda Riau Nyatakan Tidak Ada Kriminalisasi Ketua Kopsa-M0
- SETARA Institute Nyatakan Polres Kampar Kriminalisasi Petani Kopsa-M0
_Black11.png)









