- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
- Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, MM
- Pawai Perahu Bagandung Ikut Semarakkan Pelaksanaan Pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 44
- Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
- Sambut MTQ Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Gelar Gotong Royong Serentak
- Polres Kuansing Gelar Rakor, Matangkan Persiapan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
Kim Jong Un Bagi-bagi Obat Pribadi untuk Lawan Wabah Misterius

Pemimpin Korut, bagi-bagi obat pribadi untuk melawan wabah misterius di negaranya. (REUTERS/KCNA)
Jakarta, VokalOnline.Com - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dilaporkan mendonasikan obat-obatan pribadinya ke masyarakat yang terinfeksi wabah misterius.
Sebagaimana diberitakan media Korut, KCNA, Kim mengirimkan obat-obatan yang dipersiapkan keluarganya untuk masyarakat yang didiagnosis mengalami epidemi enteric akut di Kota Haeju, Provinsi Hwanghae Selatan pada Rabu (15/6).
"Memberikan obat-obatan itu ke Komite Partai di kantor, Sekretaris Jenderal [jabatan Kim Jong Un] meminta obat-obatan itu dikirim ke Komite Partai Kota Haeju dan memastikan komite di sana untuk secara konkret mendata masyarakat yang mengalami kesulitan akibat epidemi, pun memberikan obat-obatan ke mereka secepatnya agar dapat berkontribusi dalam penanganan mereka meski hanya sedikit," demikian laporan dari KCNA.
Selain itu, Kim dikabarkan meminta komite partai untuk mempersiapkan dan mengirimkan obat-obatan yang dibutuhkan dengan sepenuh hati.
Kim juga menekankan perlunya mengatasi epidemi secepat mungkin. Itu bisa dilakukan dengan melakukan karantina suspek, mengonfirmasi kasus lewat penilaian epidemiologi dan tes, pun melakukan sterilisasi di area yang terinfeksi.
Namun, KCNA tidak menjelaskan secara detail epidemi seperti apa yang terjadi di Korut dan berapa banyak yang terinfeksi.
Associated Press melaporkan, beberapa pakar menilai 'epidemi enteric' di Korut dimaksudkan untuk penyakit infeksius seperti tifus, disentri, dan kolera.
enilaian ini muncul mengingat Korut seringkali mengalami wabah penyakit tersebut di negaranya.
"Wabah campak atau tifus bukanlah penyakit langka di Korea Utara. Saya pikir benar bahwa muncul penyebaran penyakit infeksius di sana, tetapi Korut menggunakan [wabah] itu untuk menekankan Kim peduli dengan warganya," kata Ahn Kyung Su, kepala situs DPRKHEALTH.ORG, sebuah situs yang berfokus pada isu kesehatan di Korut.
"Jadi ini [pemberian obat] lebih kepada pesan politik ketimbang medis," lanjutnya. Di sisi lain, informasi ini muncul sebulan setelah Korut melaporkan kenaikan kasus demam. Kenaikan tersebut terjadi tak lama setelah Kim mengumumkan negaranya mendeteksi kasus Covid-19.
Sejak itu, Korut kerap memberikan jumlah kasus 'demam misterius'. Namun, pemerintah tak merinci apa penyebab kasus tersebut, pun memberikan detail berapa banyak dari kasus itu yang merupakan infeksi virus corona.
Walaupun begitu, badan mata-mata Korea Selatan mengatakan "sejumlah besar" kasus demam itu termasuk pasien dengan penyakit seperti campak, tifus dan pertusis.**vol/jn
Berita Terkait :
- Jaksa Agung dan Kemenkeu Buat Kerja Sama Berantas Pencucian Uang0
- Pj Bupati Kampar Tinjau RSUD Bangkinang 0
- Mobil Listrik Bukan Satu-Satunya Cara Untuk Penuhi Target Emisi CO20
- ISWAMI Berperan Dalam Kokohkan Hubungan Indonesia-Malaysia0
- Temui Gubernur Melaka, Gubri Bahas RoRo Dumai-Melaka0
_Black11.png)









