- Bola Panas Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah, Kejari Inhu: Laporan Akan Ditindaklanjuti
- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
Komite Arab-Islam Bakal Desak Gencatan Senjata Permanen Israel-Hamas

Jakarta, VokalOnline.Com - Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan bahwa Komite Arab-Islam bakal mendesak gencatan senjata permanen Israel-Hamas pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Rabu (29/11) mendatang.
"Israel menyerang siapa saja yang tidak setuju dengan kebijakannya, dan Israel tidak bisa lepas dari hukum internasional. Kita semua ingin gencatan senjata ini berubah menjadi gencatan senjata permanen untuk mengakhiri agresi ini," ujar Safadi dalam konferensi pers, Sabtu (25/11), melansir Al Jazeera.
Menurut Safadi, keamanan hanya akan dicapai dengan menyelesaikan konflik dan solusi di antara dua negara.
"Israel tidak akan menikmati keamanan dengan membunuh warga Palestina. Tahun ini dianggap sebagai tahun paling berdarah bagi warga Palestina," tambah Safadi.
Jika keputusan tersebut tidak diambil, lanjut Safadi, DK PBB bertanggung jawab untuk melanggengkan kebiadaban yang ditunjukkan oleh agresi Israel di Gaza.
Diberitakan sebelumnya, Israel dan kelompok militan Hamas telah setuju untuk melakukan gencatan senjata selama empat hari. Gencatan senjata itu dimulai sejak Jumat (24/11).
Sebanyak 24 tawanan Israel dibebaskan oleh Hamas pada hari pertama gencatan senjata. Sementara Israel telah membebaskan 39 tahanan Palestina dari penjara.
Gencatan senjata ini merupakan kesepakatan pertama antara Israel dan Hamas. Kesepakatan ini ditengahi oleh pemerintah Qatar dan Amerika Serikat.(fit)**
Berita Terkait :
- Putin Soal Gencatan Senjata Israel-Hamas: Langkah yang Benar0
- PM Saudi Pangeran MbS Serukan Dunia Boikot Senjata ke Israel0
- Menhan AS Lloyd dan Prabowo Teken Kerja Sama Pertahanan0
- Media Asing Soroti Kunjungan Jokowi ke AS Terkait Kerja Sama Mineral0
- Yordania hingga Saudi Tolak Usul Iran Embargo Minyak ke Israel0
_Black11.png)









