- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Mahasiswa dari Berbagai Universitas di Riau Bikin Petisi Tolak Syafri Harto Bebas

Dekan Fakultas Fisipol Universitas Riau, Syafri Harto, saat ditahan oleh Kejari Pekanbaru.
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Mahasiswa dari sejumlah universitas di Pekanbaru, Riau, membuat petisi penolakan bebasnya terdakwa pencabulan mahasiswi Universitas Riau, Syafri Harto. Mahasiswa mengumpulkan tanda tangan secara langsung di kampus masing-masing.
Pengumpulan petisi menolak Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau itu bebas mulai dilakukan di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Pekanbaru. Selanjutnya dilakukan di Universitas Islam Riau.
Sebelumnya, Universitas Riau melalui Korps Mahasiswa Hubungan Internasional juga membuat petisi ini. Bedanya, petisi ini dikumpulkan melalui surat elektronik.
Menurut mahasiswi UIN Suska Pekanbaru, Mega, petisi ini akan dikirim ke Komisi Nasional Perlindungan Perempuan dan Anak.
"Petisi ini menolak pembebasan Syafri Harto," tegas Mega, Rabu siang, 6 April 2022.
Mega menjelaskan, beberapa hari sebelumnya sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai universitas di Pekanbaru melakukan pertemuan. Hasilnya sepakat membuat petisi ini agar terdakwa pelecehan mahasiswi Universitas Riau itu tidak bebas di Mahkamah Agung.
"Saat ini teman-temannya sesama mahasiswa tengah melakukan sosialisasi tentang kasus pelecehan seksual ini," jelas Mega.
Melalui petisi ini, mahasiswa berharap jaksa penuntut umum (JPU) segera menyatakan kasasi. Apalagi waktu pikir-pikir JPU menyatakan kasasi tinggal tujuh hari.
"Beberapa hari lagi akan ada pertemuan lagi membahas soal petisi ini," kata Mega.
Sebelumnya, Asisten Intelijen Kejati Riau Raharjo Budi Kisnanto mengatakan JPU masih menunggu putusan lengkap dari majelis hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru terhadap Syafri Harto.
Setelah itu, pihaknya akan mempelajari putusan itu. Selanjutnya akan disusun nota kasasi ke Mahkamah Agung agar terdakwa tidak bebas dari tuntutan.
"Memang di pengadilan JPU menyatakan pikir-pikir, jadi ada 14 hari waktu untuk menerima salinan putusan hakim," kata Raharjo.
Terpisah, Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Pekanbaru Zulham Pardamean Pane menyatakan JPU pasti kasasi terhadap vonis bebas itu.
"Itu pasti, tapi setelah nanti menerima salinan lengkap putusan hakim," jelas Zulham.
Zulham juga sudah berkoordinasi dengan JPU untuk mengetahui apa pertimbangan hakim membebaskan Syafri Harto. Selanjutnya akan menyusun langkah kasasi agar tidak dimentahkan Mahkamah Agung.***
Berita Terkait :
- Polisi Tangkap Petani di Bengkalis Jadi Kurir 15 Kilogram Sabu0
- Bisikan Ghaib Sang Ayah Nyaris Buat Balita di Rumbai Kehilangan Nyawa0
- Rutan Pekanbaru Pacu Vaksinasi bagi Warga Binaan 0
- Pestanya Wartawan di Konferensi, PWI Riau Akan Punya Ketua Baru 2022 ?0
- Kuasa Hukum Anthony Nilai Jaksa Nodai Prinsip Due Process of Law0
_Black11.png)









