- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
- Anugerah Voice of The Ummah, JMSI Riau Apresiasi Kiprah Dakwah UAS
- UAS Dorong Media Berintegritas untuk Berkontribusi bagi Perubahan Umat
- JMSI Riau Serahkan Anugerah Voice of The Ummah kepada UAS
- Safari Dakwah Bersama Koh Dennis Lim, Hadirkan Tiga Tema Penguatan Diri dan Peran Masjid
- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
PAN Buka Suara Soal Peluang Erick Thohir Batal Jadi Cawapres Prabowo

Sekjen PAN Eddy Soeparno merelakan siapa pun yang jadi cawapres buat Prabowo Subianto.
Jakarta, VokalOnline.Com - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengaku akan menghormati keputusan bersama Koalisi Indonesia Maju (KIM) soal sosok calon wakil presiden buat Prabowo Subainto di Pilpres 2024.
Sebelumnya, PAN menyodorkan nama Menteri BUMN Erick Thohir sebagai pendamping Prabowo Subianto.
"Kami sudah sampaikan kehendak kami untuk mendorong Pak Erick Thohir sebagai cawapresnya," kata Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/9).
PAN, kata Eddy, sudah berkomitmen untuk setia dan mendukung Prabowo sebagai capres di Pemilu 2024. Ia mengaku belum ada opsi untuk hengkang dari KIM apabila Erick batal jadi cawapres.
"Jika nanti dalam hasil pembicaraan di antara para ketum itu yang keluar adalah nama selain nama-nama yang sudah diusulkan itu, bahkan mungkin nama yang berbeda dari usulan para ketum yang ada, saya kira kami semua akan menghormati dan melaksanakan itu sebagai keputusan dalam pemenangan Pilpres," tuturnya.
Eddy menegaskan urusan pemilihan cawapres merupakan kesepakatan antara para ketua umum parpol. Ia menyebut dalam waktu dekat para ketua parpol di koalisi akan berkumpul membahas soal cawapres lantaran pendaftaran paslon ke KPU sudah semakin dekat.
Ia pun berharap nantinya tidak ada perdebatan yang cukup berarti dalam diskusi KIM terkait penentuan sosok cawapres.
"Mudah-mudahan dengan spirit kebersamaan, mudah-mudahan nanti mereka akan menghasilkan mufakat dan musyawarah dari pertemuan tersebut," ujar Eddy.
Berdasarkan Peraturan KPU No. 3 Tahun 2022 tentang jadwal dan tahapan Pemilu 2024, masa pendaftaran pencalonan presiden dan wakil presiden dimulai pada 19 Oktober hingga 25 November 2023. Jadwal ini
Pada draf PKPU per Kamis (7/9), pendaftaran itu akan dipercepat dengan durasi yang lebih cepat, yakni 10 hingga 16 Oktober 2023.(fit)**
Berita Terkait :
- TAK AKAN MELAYU TERBERAK DI CELANA (Rempang Malang Rempang Terbuang) 0
- Gerindra Buka Pintu Buat Demokrat: Prabowo Nyambung Lah Sama Mas AHY0
- Besaran Gaji PNS Lulusan SMA, Cek sebelum Daftar CPNS0
- AHY soal Anies-Cak Imin: Lebih Baik Agree to Disagree daripada Dipaksa0
- KPK Disebut Periksa Cak Imin Besok Jadi Saksi Kasus Kemnaker0
_Black11.png)









