- Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti
- Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Banglas, Satresnarkoba Polres Meranti Amankan Barang Bukti
- Kolaborasi Dinkes dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- PT RAPP Dukung Peningkatan Kompetensi Bidan untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Riau
- Kapolri Perkuat Kesiapsiagaan Pencegahan Karhutla di Riau, RAPP Dukung Sinergi Lintas Sektor
- Kolaborasi BBKSDA Riau dan RAPP Jaga 'Raksasa Tua', Gajah Sumatra 60 Tahun Kembali Bugar
- Menjaga Tradisi, MAN 1 Pekanbaru Gelar Yasinan dan Munajat untuk Kesuksesan Peserta OSN-P
- Kelas Tanjak FBN FISIP Unri Ajak Anak-anak Sukamaju Memahami dan Melestarikan Budaya Lokal
- Polri Hadir di Sektor Pertanian, Bhabinkamtibmas Aur Cina Bina Petani Cabai
- Kades Danau Rambai Bantah Warganya Demo Agrinas, Sebut Nama Desa Dicatut
Pemko Sosialisasi Perwa Germas Dalam Penanganan Stunting di Kota Dumai

Pemko Dumai Sosialisasi Peraturan Walikota (Perwa) Gerakan Masyarakat (Germas) dalam Penanganan Stunting di Kota Dumai
DUMAI (VOKALONLINE.COM) - Walikota Dumai dalam hal ini diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Dumai, Muhammad Syafi'i membuka agenda Sosialisasi Peraturan Walikota (Perwa) Gerakan Masyarakat (Germas) dalam Penanganan Stunting di Kota Dumai, bertempat di Ballroom Grand Zuri Hotel, Rabu (16/6/2021).
Turut mendampingi Kepala Bappeda, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai dalam hal ini diwakili oleh Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Shintia Riza, SKM, M.Si dan Ketua TP PKK Kota Dumai, Hj. Leni Ramaini, SKM.
Kegiatan dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama yaitu pelaksanaan sosialisasi Perwa dan yang kedua pembentukan Forum Germas untuk penanganan Stunting Kota Dumai yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kota Dumai, Bidang Kesehatan Masyarakat, Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Peserta sosialisasi tahap pertama terdiri dari perwakilan Camat dan Lurah lokus intervensi tahun 2021 serta perwakilan dari OPD terkait. Narasumber pada kesempatan kali ini yaitu Kepala Bappeda Kota Dumai, Muhammad Syafi'i, Kasi Promkes Provinsi Riau, Rosita dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai dalam hal ini diwakili oleh Kesmas Shintia Riza.
Kepala Bappeda Kota Dumai selaku Ketua Percepatan Penanganan Stunting Kota Dumai, Muhammad Syafi'i pada kesempatan ini mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan rangkaian kegiatan pelaksanaan aksi keempat dari 8 aksi konvergensi penurunan stunting yang wajib dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Dumai.
Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, sehingga pertumbuhan anak tidak normal. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.
"Untuk Lokasi Fokus (Lokus) intervensi pada tahun ini sebelumnya telah dilakukan kegiatan aksi pertama berupa analisis situasi perkembangan balita stunting serta cakupan intervensi yang menghasilkan 6 kelurahan di dua kecamatan. Stunting di Kota Dumai yaitu Kelurahan Simpang Tetap Darul Ichsan, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kelurahan Purnama, Kelurahan Bagan Keladi (Kecamatan Dumai Barat), Kelurahan Bukit Kayu Kapur dan Kelurahan Kampung Baru (Kecamatan Bukit Kapur),"ucapnya.
Lanjutnya, kegiatan aksi-2 berupa penyusunan Rencana Kerja tahun berjalan maupun tahun rencana (tahun 2021) baik dari OPD maupun dari Kelurahan lokus intervensi. Aksi ketiga pelaksanaan Rembuk Stunting yang bertujuan untuk mematikan komitmen semua pihak terhadap percepatan pencegahan stunting.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai dalam hal ini diwakili oleh Kabid Kesmas, Shintia Riza mengatakan bahwa sebagai bukti keseriusan dalam penanganan stunting, Pemko Dumai akan membentuk Kampung Germas di daerah Lubuk Gaung.
"Kampung Germas ini merupakan satu-satunya di Provinsi Riau. Tentunya hal ini dapat terwujud dengan dukungan semua sektor baik pemerintah sendiri maupun swasta. Untuk sektor swasta yang pertama kali mendukung Germas ini adalah PT Ivo Mas Tunggal," ucapnya.
Shintia Riza berharap dengan sosialisasi dan pembentukan Tim Percepatan Penanganan stunting Kota Dumai ini bisa memperkuat komitmen dan dukungan dari seluruh OPD terkait. Dalam upaya penanganan masalah stunting ini untuk dapat menyusun program kerja, sasaran serta langkah konkrit secara sinergi untuk menanggulangi permasalahan Stunting di Kota Dumai terkhusus di lokasi fokus stunting.
"Harapan kita di tahun depan kita akan ikut serta dalam penilaian tingkat nasional terhadap penanganan stunting. Dari 8 aksi tersebut kita akan dinilai dari sekarang. Kita telah bergerak bersama dan tentunya semua pihak yang terlibat juga menjadi indikator keberhasilan kita nanti," ungkapnya.
Shintia menguatkan bahwa penanganan stunting perlu untuk diperhatikan karena ini adalah masalah yang serius dan penting. " Mari bersama-sama mendukung dan melaksanakan program Germas sehingga stunting khususnya di Kota Dumai dapat berkurang dan masyarakat Kota Dumai selalu dalam keadaan yang sehat," ungkapnya. (Inf/Diskominfo Dumai)
Berita Terkait :
- Diskominfo Dumai Jalin Kerjasama Data Statistik Sektoral dengan BPS0
- Wali Kota Dumai Sambut Kunker Pangdam I/Bukit Barisan0
- Wali Kota Dumai Harap BPC AKU Dapat Tingkatkan Ekonomi0
- GALERI PEMKO DUMAI0
- HMMM...Varian Baru Virus Corona Ternyata Pernah Singgah ke Riau0
_Black11.png)









