Kelas Tanjak FBN FISIP Unri Ajak Anak-anak Sukamaju Memahami dan Melestarikan Budaya Lokal

Publisher Vol/fit Pendidikan
24 Jul 2026, 18:11:12 WIB
Kelas Tanjak FBN FISIP Unri Ajak Anak-anak Sukamaju Memahami dan Melestarikan Budaya Lokal

Pelestarian Budaya dan Pendidikan: Kelas Tanjak FBN FISIP Unri Mengajar Anak-anak Sukamaju (28 Juni 2026).


Sukamaju, VokalOnline.Com - Kelas Tanjak yang diselenggarakan oleh Kelompok Fisip Berdampak untuk Negeri (FBN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau berlangsung hangat pada 29 Juni 2026 di Aula Kantor Lurah Sukamaju. Kegiatan ini menghadirkan puluhan anak-anak setempat yang antusias mengikuti pembelajaran tentang sejarah, makna, dan cara memakai tanjak sebagai bagian dari budaya Melayu.  

Acara dibuka oleh Ketua Pelaksana dari FBN FISIP Unri yang menyampaikan tujuan kegiatan, yakni mengenalkan identitas budaya lokal kepada generasi muda sekaligus membangun rasa kebanggaan komunitas. Narasumber utama, M. Eko Rizki Mardianto ( Pegawai Dinas Kebudayaan Provinsi Riau) memaparkan asal-usul tanjak, ragam motif, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dalam sesi praktik, peserta anak-anak dibimbing langsung oleh mahasiswa FISIP Unri yang menunjukkan langkah demi langkah pelipatan tanjak, pengikatan, dan variasi gaya yang cocok untuk acara adat maupun pertunjukan seni. Suasana tampak interaktif; anak-anak bereksperimen dengan motif dan saling berbagi cerita tentang keluarga dan tradisi setempat.  

Selain praktik tanjak, panitia juga menyisipkan kegiatan edukatif lain seperti kuis tentang budaya Melayu, dan permainan singkat. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan warga dan sekolah setempat dalam pelestarian budaya, serta menjadi contoh kolaborasi antara akademisi dan komunitas.  

Lurah Sukamaju menyampaikan apresiasi atas inisiatif FBN FISIP Unri dan berharap kegiatan serupa bisa dijadwalkan rutin untuk memperkuat pendidikan nilai-nilai budaya bagi generasi muda. Sementara itu, perwakilan orang tua peserta mengungkapkan kebanggaan melihat anak-anak lebih mengenal warisan budaya mereka dan bersemangat mempelajarinya.  

Penutup: Kelas Tanjak FBN FISIP Unri di Kelurahan Sukamaju menunjukkan bahwa pendekatan edukasi praktis dan kolaboratif dapat menjadi sarana efektif melestarikan budaya lokal sambil mempererat ikatan sosial di komunitas.(**)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment