- Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti
- Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Banglas, Satresnarkoba Polres Meranti Amankan Barang Bukti
- Kolaborasi Dinkes dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- PT RAPP Dukung Peningkatan Kompetensi Bidan untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Riau
- Kapolri Perkuat Kesiapsiagaan Pencegahan Karhutla di Riau, RAPP Dukung Sinergi Lintas Sektor
- Kolaborasi BBKSDA Riau dan RAPP Jaga 'Raksasa Tua', Gajah Sumatra 60 Tahun Kembali Bugar
- Menjaga Tradisi, MAN 1 Pekanbaru Gelar Yasinan dan Munajat untuk Kesuksesan Peserta OSN-P
- Kelas Tanjak FBN FISIP Unri Ajak Anak-anak Sukamaju Memahami dan Melestarikan Budaya Lokal
- Polri Hadir di Sektor Pertanian, Bhabinkamtibmas Aur Cina Bina Petani Cabai
- Kades Danau Rambai Bantah Warganya Demo Agrinas, Sebut Nama Desa Dicatut
Kelas Tanjak FBN FISIP Unri Ajak Anak-anak Sukamaju Memahami dan Melestarikan Budaya Lokal

Pelestarian Budaya dan Pendidikan: Kelas Tanjak FBN FISIP Unri Mengajar Anak-anak Sukamaju (28 Juni 2026).
Sukamaju, VokalOnline.Com - Kelas Tanjak yang diselenggarakan oleh Kelompok Fisip Berdampak untuk Negeri (FBN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau berlangsung hangat pada 29 Juni 2026 di Aula Kantor Lurah Sukamaju. Kegiatan ini menghadirkan puluhan anak-anak setempat yang antusias mengikuti pembelajaran tentang sejarah, makna, dan cara memakai tanjak sebagai bagian dari budaya Melayu.
Acara dibuka oleh Ketua Pelaksana dari FBN FISIP Unri yang menyampaikan tujuan kegiatan, yakni mengenalkan identitas budaya lokal kepada generasi muda sekaligus membangun rasa kebanggaan komunitas. Narasumber utama, M. Eko Rizki Mardianto ( Pegawai Dinas Kebudayaan Provinsi Riau) memaparkan asal-usul tanjak, ragam motif, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dalam sesi praktik, peserta anak-anak dibimbing langsung oleh mahasiswa FISIP Unri yang menunjukkan langkah demi langkah pelipatan tanjak, pengikatan, dan variasi gaya yang cocok untuk acara adat maupun pertunjukan seni. Suasana tampak interaktif; anak-anak bereksperimen dengan motif dan saling berbagi cerita tentang keluarga dan tradisi setempat.
Selain praktik tanjak, panitia juga menyisipkan kegiatan edukatif lain seperti kuis tentang budaya Melayu, dan permainan singkat. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan warga dan sekolah setempat dalam pelestarian budaya, serta menjadi contoh kolaborasi antara akademisi dan komunitas.
Lurah Sukamaju menyampaikan apresiasi atas inisiatif FBN FISIP Unri dan berharap kegiatan serupa bisa dijadwalkan rutin untuk memperkuat pendidikan nilai-nilai budaya bagi generasi muda. Sementara itu, perwakilan orang tua peserta mengungkapkan kebanggaan melihat anak-anak lebih mengenal warisan budaya mereka dan bersemangat mempelajarinya.
Penutup: Kelas Tanjak FBN FISIP Unri di Kelurahan Sukamaju menunjukkan bahwa pendekatan edukasi praktis dan kolaboratif dapat menjadi sarana efektif melestarikan budaya lokal sambil mempererat ikatan sosial di komunitas.(**)
Berita Terkait :
- Kompol YC Hisap Sabu di Belakang Rumah Dinas Wakil Gubernur Riau0
- Sidang Putusan Sela Rizieq di PN Jaktim Dikawal 1.388 Aparat0
- Pesawat Ethiopian Airlines Salah Mendarat0
- Mulai Awal Ramadhan Arab Saudi Izinkan Umrah Untuk Jamaah Yang Sudah di Vaksin0
- Militer Israel Memiliki Jet Tempur Pengintai Baru0
_Black11.png)









