- Ketahanan Pangan Dimulai dari Pekarangan, Polsek GAS Kawal Budidaya Ikan di Sungai Iliran
- Kapolsek Enok: Swasembada Pangan Dimulai dari Optimalkan Lahan Pekarangan
- Hulu ke Hilir Swasembada Pangan, Polsek Enok Masuk ke Kebun Warga
- Kodim 0314/Inhil Genjot Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Demi Kelancaran Akses Warga
- Menolak Penertiban Kaswasan Hutan, Pengelola eks PT WMI Tantang Prabowo: Saya Akan Temui President
- Kapolsek Keritang: Panen Jagung Bersama Warga Wujud Nyata Polri Dukung Program Presiden
- Bola Panas Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah, Kejari Inhu: Laporan Akan Ditindaklanjuti
- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
Perkuat Upaya Penurunan Stunting, RAPP Salurkan Alat Antropometri untuk 20 Posyandu
24.jpg)
Penyerahan bantuan alat pengukur antropometri kepada posyandu mitrabina Program Community Development PT RAPP di Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi.
KUANTAN SINGINGI, VokalOnline.Com - Komitmen PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dalam mendukung program pemerintah di wilayah operasional kembali diwujudkan melalui aksi nyata di sektor kesehatan. Perusahaan menyalurkan bantuan alat ukur antropometri kepada sejumlah Posyandu binaan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sebagai bagian dari upaya bersama menekan angka stunting, yang saat ini masih tergolong tinggi di Provinsi Riau.
Sebagaimana diketahui, Kuansing termasuk tiga besar daerah dengan angka stunting tertinggi di Riau. Stunting sendiri merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan anak berada di bawah standar usianya. Kondisi ini umumnya terjadi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.
Sebagai bentuk dukungan konkret, RAPP menyalurkan alat antropometri kepada 20 Posyandu binaan yang tersebar di beberapa kecamatan, yakni empat Posyandu di Pangean, tiga di Benai, tiga di Kopah Kuantan Tengah, serta masing-masing satu Posyandu di Sukaraja (Logas Tanah Darat) dan Sentajo Raya.
Antropometri sendiri merupakan metode pengukuran dimensi fisik tubuh manusia, seperti berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, serta komposisi jaringan tubuh. Pengukuran ini penting untuk menilai status gizi, memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, serta mendeteksi potensi malnutrisi maupun obesitas secara dini.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Puskesmas Kecamatan Pangean, Pasarbaru Pangean, Kamis (26/2/2026). Alat tersebut diserahkan langsung oleh Community Development (CD) Head RAPP Feedinand Leohansen Simatupang kepada Pemerintah Kabupaten Kuansing melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Kuansing untuk selanjutnya diberikan kepada Posyandu mitra binaan.
Dalam sambutannya, Feedinand Leohansen Simatupang menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya sebatas penyerahan alat, melainkan bagian dari pendekatan bersama dalam penanganan stunting dan peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak. Ia juga mengapresiasi para kader Posyandu yang selama ini konsisten menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
"Terima kasih kepada ibu-ibu yang telah menjadi pejuang bagi kesehatan ibu dan anak. Posyandu sekarang diupayakan memiliki kader yang lebih muda, karena yang dilayani juga generasi muda. Dengan pola pikir yang sejalan, mudah-mudahan layanannya menjadi lebih tepat dan mengena," ucapnya.
Hingga saat ini, RAPP telah membina sebanyak 66 Posyandu di Kuansing secara berkelanjutan dengan standar pelayanan tertentu. Namun, untuk bantuan alat antropometri kali ini, terdapat kriteria yang harus dipenuhi, termasuk kelengkapan data di Posyandu.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Diskes Kuansing Asni menyampaikan apresiasi atas kontribusi RAPP dalam membantu upaya penurunan stunting di daerah tersebut. Ia juga mengajak seluruh kader Posyandu untuk proaktif dan serius dalam penanganan stunting, terutama dari sisi pencegahan sejak remaja putri hingga ibu hamil.
"Terima kasih RAPP atas dukungannya dalam upaya menurunkan stunting. Kemarin Kuansing termasuk tiga terbesar. Tahun depan, hendaknya bisa turun. Apalagi kita mendapat dukungan dari RAPP. Kalau sudah ada anak stunting, cukup sulit untuk menghilangkannya. Karena itu, harus dilakukan pencegahan sejak dini, mulai dari remaja putri hingga ibu hamil," katanya.
Lebih lanjut, Asni mengakui angka stunting di Kabupaten Kuantan Singingi masih tergolong tinggi di Provinsi Riau dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kondisi ini, menurutnya, tidak boleh dianggap biasa karena berdampak langsung pada kualitas tumbuh kembang anak serta masa depan generasi penerus. Menurutnya, penanganan stunting memerlukan kerja bersama dan komitmen yang konsisten dari seluruh pihak.
"Kuansing masuk dalam kategori tinggi di Provinsi Riau. Kita harus memperhatikan sasaran yang ada. Sangat penting dilakukannya pendataan yang akurat dan pemantauan rutin terhadap kondisi gizi anak di setiap desa. Dengan mengetahui secara jelas keluarga yang berisiko, intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” tutupnya.(**)
Berita Terkait :
- Kejari Kampar Terima Empat Tersangka Korupsi Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering0
- Gubernur Riau Dukung Pembangunan 1.000 Rumah Buruh Sawit0
- Petugas Bandara Gagalkan Penyelundupan Puluhan Anak Buaya Muara0
- Warga Pekanbaru Tangkap Laki-laki Suka Pamer Alat Vital di Perumahan0
- BBKSDA Temukan Pondok Perambah Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil0
_Black11.png)









