- Performa Vivo Y22 untuk Pemakaian Kasual, Masih Layak Digunakan?
- Bhabinkamtibmas Petalongan Sambangi Lahan Cabai, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan
- Kambing Sehat, Anak Kuat, Negeri Mandiri: Polsek Keritang Kawal Ketahanan Pangan dari Desa
- Polsek Keritang Pantau Progres Perawatan Jagung Program Asta Cita Dukung Ketahanan Pangan
- Perkuat Edukasi dan Literasi Keuangan di Riau, LPS I Gelar Silaturahmi Perdana dengan Jurnalis Riau
- Jalan Sungai Rawa Rusak Parah, Mahasiswa Resmi Laporkan PT EPE ke Kejati Riau
- Kepala Kantor Perwakilan LPS 1 Silaturahmi Awak Media di Wilayah Riau
- Cabe, Jahe Merah, Sayur Tumbuh Subur: Bukti Nyata Sinergi Polsek - Warga Enok
- Polsek Keritang Pantau Progres Perawatan Jagung Program Asta Cita di Desa Lintas Utara
- Bhabinkamtibmas Sambangi Peternakan Sapi di Desa Pengalihan
Polisi Sebut Video Porno Kebaya Merah Dibuat di Kamar 1710

Surabaya, VokalOnline.com - Personel Subdit Siber Polda Jawa Timur sedang memeriksa intensif dua orang pemeran video porno perempuan berkebaya merah merah.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim Kombes Farman mengatakan keduanya sedang diperiksa oleh penyidik.
"Ditanya-tanya dulu kapan buat [video]-nya, dicocokkan dengan bukti-bukti yang ada," kata Farman.
Diketahui, sebelumnya Polrestabes Surabaya bersama Subdit Siber Polda Jatim telah memastikan lokasi direkamnya video porno perempuan berkebaya merah benar-bebar terjadi di hotel, bilangan Gubeng, Surabaya.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Muchammad Fakih mengatakan usai mendapatkan petunjuk kuat, aparat langsung mendatangi hotel di Jalan Sumatera, Gubeng, Surabaya.
"Dari hasil penyelidikan anggota di lapangan, menjelaskan bahwa petugas mencocokkan tempat atau kamar seperti yang ada di dalam video tersebut, diduga video tersebut dibuat di kamar nomor 1710," kata Fakih, Minggu (6/11),dilansir dari cnn indonesia.
Di kamar itu, kata dia ditemukan interior dan penataan ruangan yang identik dengan video porno perempuan berkebaya merah.
Tak hanya itu, usai menggali keterangan pengelola hotel, diduga pula video porno itu direkam sebelum bulan Juli 2022.
"Dari keterangan petugas hotel dan sejumlah karyawan hotel, diketahui bahwa tiap kamar dipasang stiker dilarang merokok di Bulan Juni-Juli 2022 sedangkan di dalam video tersebut di dalam kamar tidak ada stiker dilarang merokok," ujarnya.**Syafira
Berita Terkait :
- Anggota DPR Minta Kapolri Tak Diam soal Pengakuan Ismail Bolong0
- Kapolres Baubau AKBP EP Dinonaktifkan, Ditarik ke Polda Sultra0
- Jokowi Resmi Angkat HR Soeharto Jadi Pahlawan Nasional0
- Bukan Elon Musk, Simak Sosok yang Minta Maaf usai PHK di Twitter0
- Prabowo Bantah Bicara Pencapresan Saat Temui Rais Aam PBNU0
_Black11.png)









