- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
Presiden Jokowi Resmikan Perluasan Bandara Komodo Labuan Bajo

Labuan Bajo, VokalOnline.Com - Presiden Joko Widodo meresmikan perluasan Bandar Udara Internasional Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis.
"Labuan Bajo komplet, budaya ada, pemandangan sangat bagus, pantai cantik, dan di dunia tidak ada, tidak ada di tempat lain. Itu ada yaitu Komodo yang ada di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Kekuatan ini yang harus kita pakai untuk menyejahterakan rakyat kita di sini," kata Presiden Joko Widodo dalam sambutannya di acara Peresmian Perluasan Bandar Udara Internasional Komodo di Labuan Bajo, Kamis.
Jokowi menjelaskan fasilitas terminal di Bandara Internasional Komodo akan terus dilengkapi seiring dengan kebutuhan masyarakat. Apabila ada fasilitas yang kurang, lanjutnya, maka perlu diperbaiki dan diperluas lagi.
Bandara Internasional Komodo memiliki panjang landasan pacu 2.600 meter. Jika ditambah 100 meter lagi, kata Jokowi, maka pesawat jenis wide body bisa masuk ke bandara tersebut.
"Kalau tidak bisa tahun ini, maksimal tahun depan harus," kata Presiden menegaskan dan disambut tepuk tangan dari para undangan yang hadir.
Dia menilai perluasan fasilitas bandara akan memudahkan penerbangan pesawat langsung dari luar negeri ke Labuan Bajo. Dengan bertambahnya wisatawan dari mancanegara dan nusantara itu, maka Labuan Bajo akan semakin dikenal oleh dunia.
"Dan yang paling penting bisa menyejahterakan masyarakat kita khususnya masyarakat Nusa Tenggara Timur," tambahnya.
Peresmian Bandara Komodo ditandai dengan pemukulan gendang oleh Presiden Joko Widodo. Presiden kemudian membubuhkan tanda tangan pada prasasti sebagai bukti peresmian perluasan bandara.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam laporannya menjelaskan progres pengerjaan pengembangan Bandara Internasional Komodo menempati lebih dari 115 hektare. Namun, bandara yang merupakan gerbang transportasi udara Pulau Flores itu kini masih melayani pesawat jenis narrow body.
Guna mendukung 10 destinasi wisata Bali Baru, Kemenhub pun melakukan pengembangan Bandara Internasional Komodo melalui perluasan fasilitas bandara secara konsisten.
Budi Karya mengatakan jika ada tambahan landasan pacu 100 meter, maka Bandara Internasional Komodo bisa melayani penerbangan 10 jam yang memungkinkan pesawat jenis wide body. Secara konsisten, Kemenhub melakukan perluasan 15.000 meter persegi dengan memberikan sentuhan tradisional dan modern berupa motif Songke Mata Manuk.
"Pengembangan ini masih gunakan APBN. Kami harapkan investor lain untuk kembangkan agar bandara ini lebih baik dan kompetitif," ujarnya.
Turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan tersebut ialah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muldjono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G Plate, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi. **Fira
Berita Terkait :
- Pengamat politik ARCl Emil Dardak Tokoh Muda Potensial Pilkada Jatim0
- Muhaimin Nilai Perlu Kebijakan Afirmatif Pro Kaum Muda0
- Mantan Gubernur Rusli Zainal Resmi Bebas Dari Lapas Pekanbaru0
- Kajati Riau Pimpin Tabur Bunga Makam Pahlawan 0
- 30 Perusahaan Pindah Ke RI, Investasinya Capai Rp140 Triliun0
_Black11.png)









