- Bola Panas Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah, Kejari Inhu: Laporan Akan Ditindaklanjuti
- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
Pria di Bukitraya Diusir dari Kos Gegera Pasang CCTV di Kamar Mandi Kos Cewek

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Seorang pria di Jalan Kakap, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, diusir dari kosannya karena mengintip aktivitas perempuan di kamar mandi. Bukan secara langsung, pelaku memasang CCTV di kamar mandi korban.
Pelaku tak disebutkan namanya ini sempat menginap sehari di tahanan Polsek Bukit Raya. Beruntung korban DW tidak membuat laporan polisi karena memaafkan perbuatan pelaku yang sudah merekamnya mandi empat kali.
"Dia sudah gak di sini, sudah diusir," kata DW kepada wartawan, Jum'at malam, 18 Maret 2022.
Cerita DW yang baru tinggal dua minggu di Pekanbaru, dirinya sadar ada kamera CCTV di kamar mandi pada Selasa siang, 15 Maret 2022. Saat itu, korban ingin mandi karena ingin berangkat kerja di sebuah minimarket.
Di kamar mandi, DW melihat ada benda seperti kabel di sudut atas. Penasaran, DW memanjat bak mandi untuk menggapai kabel hitam lalu menariknya.
Kabel hitam tadi cukup panjang dan di ujungnya ada benda cukup aneh. Diapun mengirim foto benda itu ke temannya untuk mencari tahu.
"Teman saya sebut itu CCTV, kabelnya tersambung ke kos sebelah tempat pelaku kos, saya kemudian ke Polsek atas saran teman," kata DW.
Pelaku yang tinggal bersebelahan dengan kamar korban dijemput polisi. Pelaku diminta keterangan hingga akhirnya memohon kepada korban agar tidak membuat laporan polisi.
"Karena gak tega sama pelaku, makanya ada surat perdamaian," ucap korban.
DW menyebut ada empat video di kamar mandi yang sudah direkam pelaku. Video itu tersimpan di telepon genggam korban karena kabel CCTV tadi tersambung ke sana.
Empat video itu berisi rekaman aktivitas korban di kamar mandi. Korban juga tidak tahu kapan pelaku memasang CCTV itu karena jarang di kos karena pekerjaan.
Korban curiga pelaku memanfaatkan celah kecil di kamar mandi. Celah itu hanya muat untuk kabel serta kamera kecil yang dipasang beberapa hari sebelumnya.
Atas kejadian ini, korban menghimbau perempuan yang ngekos bersebelahan dengan cowok untuk hati-hati. DW meminta memeriksa setiap sudut yang ada kabel masuk, khususnya di kamar mandi bersebelahan dengan kamar lain.
Informasi dirangkum, korban mau berdamai karena keluarga pelaku memohon agar tidak membuat laporan. Pelaku mengaku tidak tahan meskipun baru semalam tinggal di sel.
Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya Inspektur Satu Dodi Vivino SH membenarkan adanya pengaduan korban kepada pihaknya. Dia menyebut pelaku sudah diminta keterangan dan diperbolehkan pulang.
Kepada polisi, pelaku mengaku menyisipkan kabel dan kamera di sisi kamar mandi yang renggang. Kabel serta kamera itu terhubung dengan telepon genggamnya.
"Kamarnya bersebelahan, pelaku penasaran dan suka dengan korban," kata Dodi.
Dodi membenarkan korban tidak menempuh kejadian ke jalur hukum. Perkara ini selesai setelah korban mau berdamai dengan pelaku.
"Pelaku sudah diperbolehkan pulang," kata Dodi.***
Berita Terkait :
- Jaksa Usut Proyek Timbun Tanah Lokasi MTQ di Pelalawan, Kerugian Negaranya Segini0
- CEO Jouska Aakar Abyasa Ditahan di Rutan Bareskim0
- Sita Tanah Rp7,8 M, Polisi Khawatir Indra Kenz Alihkan Aset0
- Cara Rutan Pekanbaru Tanamkan Jiwa Korsa dan Jaga Kebugaran0
- Minyak Goreng di Pekanbaru Masih Langka, Harganya Buat Emak-emak Teriak0
_Black11.png)









