- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
Sirene Serangan Udara Rusia Meraung di Sejumlah Kota Ukraina
.jpg)
Tentara Ukraina siaga perang hadapi pasukan Rusia di Kiev. (REUTERS/GLEB GARANICH).
Jakarta, VokalOnline.Com - Sirene peringatan serangan udara Rusia kembali meraung di sejumlah kota di Ukraina pada Selasa (28/2) dini hari waktu setempat.
Media independen Kiev via The Guardian melaporkan, sejumlah kota yang mengeluarkan sinyal siaga di antaranya Rivne di barat Kota Kiev. Kota-kota lainnya yang menyalakan sinyal bahaya yaitu Ternopil, Vinnytsia, dan Volyn.
Sehari sebelumnya, kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv, hancur lebur dihantam serangan roket Rusia. Wali Kota Kharkiv, Ihor Terekhov, mengatakan sembilan warga termasuk tiga anak kecil tewas terkena serangan rudal Rusia.
"Kami mengalami masa-masa yang berat hari ini. Ini memperlihatkan bukan sekadar perang, tapi pembnantaian orang-orang ukraina," tulis Terekhov dalam akun Telegram dilansir dari CNN.
"Rudal itu menghantam area perumahan, membunuh dan melukai masyarakat sipil yang tak bersalah. Belum pernah ada kehancuran sebesar ini di Kharkiv dalam waktu yang lama. Ini amat mengerikan," ia menambahkan.
Sementara itu, sejumlah pejabat administrasi Amerika Serikat memperingatkan kemunculan gelombang besar pasukan Rusia di Ukraina dalam pertemuan rahasia, Senin (28/2).
Menurut dua pejabat yang familiar dengan pertemuan ini, gelombang pasukan Rusia tersebut dapat memperkuat posisi Moskow di Ukraina, mengalahkan perlawanan Kiev.
Sejumlah pejabat juga meramalkan Rusia mungkin bakal menguasai ibu kota Ukraina, Kiev. Mereka juga memprediksi invasi ini akan berujung pada perang kota yang buruk.
Di sisi lain, kesehatan mental Presiden Vladimir Putin sempat menjadi isu yang diangkat dalam pertemuan ini. Namun, apa yang didapatkan isu itu tak diungkapkan secara jelas oleh pihak administrasi AS.**vol/jn
Berita Terkait :
- AC Milan Mulai Rasakan Fase Krusial Seri A0
- WHO: Indonesia Ditunjuk sebagai Penerima Transfer Teknologi Pembuatan Vaksin mRNA0
- Google Blokir Media Rusia dari Penghasilan Iklan YouTube 0
- Presiden Ukraina Umumkan Bersedia Negosiasi Damai dengan Rusia0
- Memaknai Serangan Umum 1 Maret melalui Seni 0
_Black11.png)









