- Satgas PKH Diminta Bongkar Dalang Klaim Kebun Eks PT SAL di Rakit Kulim
- Pelajaran dari Masa Lalu untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia menuju New Paradigm Tata Kelola Dunia
- Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Enok dan stakeholder serta Pihak Perusahan Tanam Ja
- APBD Kepulauan Meranti 2026 Disahkan Rp 1,162 Triliun
- Bupati Meranti Asmar Bagikan 1.800 Takjil Ramadan di Tiga Titik Kota Selatpanjang
- RAPP Tegaskan Komitmen Cegah Karhutla di Riau Melalui Sistem Kesiapsiagaan Terpadu
- Syahrul Aidi Buka Rumah Aspirasi, Targetkan Wadah Pengembangan Komunitas dan Keahlian
- Batin Model: Suku Talang Mamak Dukung Penuh Operasional Kebun Agrinas di Eks PT SAL
- Tim Raga Beraksi Berantas Premanisme dan Genk Motor di Pelalawan
- Sinergi Pemkab dan Swasta, Bupati Asmar Resmikan Jalan Batang Malas–Tenan Sepanjang 1,8 Km
Taiwan Siap Buka Gerbang Wisata

Ilustrasi. Persiapan Taiwan untuk membuka gerbang wisata pada tahun ini (foto: Veem)
Vokalonline.com- Dilansir dari CNN Indonesia -- Sementara sebagian besar dunia harus menyesuaikan diri dengan jarak fisik dan pemakaian masker selama setahun terakhir, Taiwan adalah pengecualian yang langka, berkat responsnya yang cepat dan efisien terhadap pandemi COVID-19 awal tahun lalu.
Sekarang, negara kepulauan itu sedang bersiap untuk membuka perbatasannya kepada wisatawan untuk pertama kalinya dalam gelembung perjalanan dengan negara kepulauan Palau, pejabat Taiwan mengumumkan pekan lalu.
Penerbangan tiga setengah jam dengan China Airlines akan dimulai pada bulan April, dengan 110 wisatawan di masing-masing dari dua penerbangan seminggu dari Taiwan ke Palau, Reuters melaporkan.Wisatawan tidak dapat meninggalkan negara itu dalam enam bulan terakhir, terkena COVID-19 dalam tiga bulan terakhir, atau diminta untuk karantina dalam dua bulan terakhir, kata Chen Shih-Chung dari Pusat Komando Epidemi Pusat Taiwan pada sebuah konferensi, menurut laporan Associated Press.Mereka juga harus dites virus Corona sebelum berangkat dan pulang, selain terus memantau kesehatannya dalam lima hari setelah perjalanan. Terakhir, semua wisatawan harus berkunjung sebagai bagian dari tur grup.
Kedua negara relatif sukses dalam menahan penyebaran virus Corona. Taiwan, dengan populasi 24 juta, memiliki 1.006 kasus dan 10 kematian, menurut data dari Johns Hopkins Coronavirus Resource Center. Sementara itu, Palau tidak memiliki satu pun, menurut jumlah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di antara penduduknya yang berjumlah 18 ribu orang.
Presiden Palauan Surangel Whipps Jr. berencana mengunjungi Taiwan pada 28 Maret untuk meluncurkan gelembung perjalanan secara resmi. Perjalanan itu sendiri akan menandai pertama kalinya ia mengunjungi Taiwan sejak dimulainya pandemi, menurut pernyataan dari kantor Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.
April lalu, Taiwan memang memiliki wabah COVID-19 di antara para pelaut yang mengunjungi Palau, meskipun tidak ada konfirmasi tentang sumber penyebarannya, Reuters melaporkan. Diskusi juga mulai melihat apakah model gelembung perjalanan yang sama dapat digunakan dengan Singapura, lapor AsiaOne.
Taiwan memulai dosis pertama vaksin AstraZeneca hari Senin (22/3), sementara vaksin buatan dalam negeri dapat siap pada Juli. Taiwan telah secara kreatif membuat paket wisata untuk para pelancong yang rindu bepergian selama pandemi, dengan Bandara Songshan Taipei dan Eva Air meluncurkan penerbangan tanpa tujuan musim panas lalu, bahkan beberapa ditujukan untuk penumpang yang masih jomblo.
(ard)
Berita Terkait :
- Inggris Larang Warga ke Luar Negeri Karena Corona0
- Arab Saudi Kembali Menawarkan Usulan Gencatan Senjata Kepada Kemberontak Houthi 0
- 5 Orang Tewas dalam Ledakan di Kantor Desa China0
- Spanyol Naikkan Batas Usia Maksimum Penerima Vaksin AstraZeneca0
- AS Sanksi Pejabat China atas Pelanggaran HAM0
_Black11.png)









