- Diduga Kebakaran di SPBU Harapan Jaya Pekanbaru Jadi Sorotan, Penyebab Masih Diselidiki
- PLN UID Riau dan Kepulauan Riau Sukses Amankan Keandalan Listrik Riau Bhayangkara Run 2026
- Bhabinkamtibmas Pengalihan Ajak Warga Kembangkan Budidaya Ikan Untuk Ekonomi Keluarga
- PDC Perkuat Budaya Keselamatan untuk Dukung Operasi yang Andal dan Berkelanjutan
- Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Hadiri Riau Bhayangkara Run 2026, Gaungkan Green Policing
- Tanam Serempak OPLAH 2025, Siak Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan Nasional
- Dongkrak Omzet UMKM dan Dorong Literasi, PEP Lirik Hadirkan Mitra UMKM dan LILAC dalam AMK Fest 2026
- Dukung Swasembada Pangan Nasional Polsek Merbau Sembang Petani Cabe
- MAN 1 Kepulauan Meranti Terima Perserta Didik,Baru Cerdaskan Anak Bangsa Lewat Program Matamuda
- Disambut Meriah dengan Tradisi Melayu,AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita Resmi Tiba di Kepulauan Meranti
TKN Bantah Pasang Baliho Prabowo-Gibran Libatkan Aparat

Jakarta, VokalOnline.Com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Raja Juli Antoni, membantah pemasangan baliho Prabowo-Gibran di Jember melibatkan aparat polisi.
Politisi PSI itu pun sepakat jika Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengusut isu tersebut agar tak menjadi gosip liar.
"Usut coba, usut kalau benar biar enggak jadi gosip, lapor Bawaslu, kasih tahu tempatnya, berapa banyak yang masang, siapa yang masang," kata Raja di Basecamp DPP PSI, Jakarta, Jumat (24/11).
Raja juga membantah ada intervensi pihak luar untuk memenangkan Prabowo-Gibran. Ia menyebut dugaan itu tak punya bukti.
"Sering kali 'ini intervensi, intervensi', apa itu intervensi yang mana, mana buktinya. Kalau ada ya sudah. Ya enggak sih, bikin gosip saja nih," ucapnya.
Sebelumnya, Bawaslu menyatakan belum menemukan bukti keterlibatan aparat Polri dalam pemasangan sejumlah alat peraga kampanye (APK) seperti baliho partai di sejumlah daerah.
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengakui pihaknya telah menerima laporan dugaan keterlibatan aparat dalam pemasangan baliho partai, salah satunya di Jember. Namun, pihaknya saat ini masih melakukan investigasi.
"Pemasangan alat peraga nih, yang kami ketahui di media itu kan di Jember. Kami sudah sampaikan kepada teman-teman Bawaslu Jember untuk melakukan investigasi terhadap hal tersebut," kata Bagja di kompleks parlemen, Senin (20/11).
Dia mengatakan Bawaslu masih menunggu laporan hasil pemantauan (LHP) hasil investigasi tersebut. Namun, berdasarkan temuan awal, tim di lapangan belum menemukan bukti.
"Tapi menurut teman-teman ini belum, tidak, sampai sekarang belum terbukti adanya keterlibatan aparat kepolisian dalam pemasangan alat peraga partai yang disebutkan itu," kata dia.
Selain di Jember, isu dugaan keterlibatan aparat dalam pemasangan baliho sempat mengemuka dalam rapat Komisi III DPR dengan Polri pada Rabu (15/11). Anggota Komisi III DPR Safaruddin melaporkan dugaan keterlibatan aparat dalam pemasangan baliho PSI di Jawa Barat.
Namun, kabar tersebut telah dibantah Polda Jawa Barat serta pengurus DPP PSI.
"Saya kira tidak mungkin ada bantuan dari institusi Polri dalam pemasangan baliho PSI," kata Juru Bicara PSI Sigit Widodo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (16/11).(fit)**
Berita Terkait :
- Anies Jawab Kekhawatiran Politik Identitas Usai Hadir di Ijtima Ulama0
- Jokowi: Jangan Sampai Kemajuan Sia-sia karena Salah Pilih Pemimpin0
- Respons Prabowo Saat Ditanya Menteri Pendidikan dari Muhammadiyah0
- Pemkab Meranti Tandatangani Nota Kesepakatan dengan Ombudsman RI0
- Putin Soal Gencatan Senjata Israel-Hamas: Langkah yang Benar0
_Black11.png)









