- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
Wagubri Minta Kabupaten Langganan Kebakaran Lahan Berstatus Siaga Karhutla

Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution, mendorong kabupaten kota di Riau yang daerahnya sudah ditemukan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) agar segera menetapkan status siaga darurat Karhutla.
Termasuk daerah-daerah yang selama ini menjadi langganan Karhutla. Sebab untuk penenatapan status siaga darurat Karthuta di tingkat provinsi Riau, syaratnya harus ada minimal dua kabupaten kota yang sudah menetapkan status siaga.
"Untuk menentukan status siaga di tingkat provinsi, itukan minimal harus ada dua kabupaten yang sudah menetapkan status siaga," kata Edy, Minggu (13/2/2022).
Memasuki awal tahun 2022, sejumlah wilayah di Riau sudah mulai mengalami Karhutla. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat hingga saat ini sudah ada 91 hektare lahan di Riau yang terbakar di awal tahun 2022 ini.
Edy menegaskan, dengan penetapan status siaga darurat Karhutla, maka penanganan dan pecegahan bisa dilakukan dengan maksimal. Sebab semua bantuan bisa dikerahkan dan dimaksimalkan. Tidak hanya dari pemerintah daerah, namun juga pemerintah pusat.
"Tapi semua tergantung kepala daerahnya (bupati dan walikota). Kalau memang status itu ditetapkan, tentu ini akan menjadi evaluasi BPBD Riau untuk selanjutnya menjadi dasar penetapan status siaga di tingkat provinsi," katanya.**Vol/Jn
Berita Terkait :
- Gubernur : Covid-19 di Riau Masih Terkendali0
- Bupati Bengkalis Ikuti Senam Bersama Perwatusi di Pantai Lapin0
- Lurah Herdi Ajak Masyarakat Goro Dan Senam Bersama di Taman Penyu.0
- Beredar Akun Palsu Mengatasnamakan Bupati Bengkalis di Facebook0
- Pencari Pasir Hanyut di Sungai Kampar, Pencarian Belum Berhasil0
_Black11.png)









