- Polemik 469 Hektare Eks PT SAL, Talang Mamak Soroti Sanksi, Penguasaan Lahan dan TPPU
- Kapolres Inhu Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dan Komunikasi dalam Menjaga Kamtibmas
- Ketua FORKI Riau Parisman Ihwan Dijadwalkan Buka Karate Kid 3 Riau Open 2026
- Syahrul Aidi Sambut Menlu Baru, BKSAP DPR Siap Berkolaborasi Penguatan Diplomasi Bebas Aktif
- Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026 Resmi Dibuka, 728 Karateka Siap Bertanding
- INKAI Prestasi Juara Umum Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026
- Lewat Neo Energy Meet Up di Pekanbaru
- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
- Jaga Pulau Padang Tetap Bebas Asap, Pemkab Meranti Gandeng RAPP
- Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Anak, RAPP Dukung Penguatan Kader
Wakil ketua Forum Pers Independent Indonesia respon cepat Statement Penasehat Ahli Plt Bupati Kuansi

Kuansing, Vokal Online.Com - Statement Penasehat Ahli Plt. Bupati Kuansing bidang Infokom, Urdianto Paboun di salah satu media Online yang terbit Rabu (13/7/2022) menuai kontroversi di kalangan Jurnalis. Statement tersebut seakan menyetir kreatifitas para Jurnalis Kuansing yang melakukan Peliputan dan pemberitaan, terutama pemberitaan yang menyangkut kinerja “Penguasa” Kuansing.
“Saya menyayangkan Statement Urdianto Paboun di salah satu media Online yang terbit Rabu (13/7/2022), yang mengatakan untuk tidak menyudutkan Plt Bupati Kuansing.
Menurut saya, hal ini termasuk model statement yang bermaksud menyetir independensi wartawan dalam menulis," ujar Dian Andhika Illahi ST, Wakil Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Kuansing.
Sebaiknya sebagai senior di jurnalis, seharusnya jangan berbahasa seperti itu, menurut Saya secara tidak langsung statement tersebut sudah melemahkan kinerja wartawan Kuansing. Setiap media itu tidak berdiri sendiri, media memiliki perangkat organisasi, seperti Pimred, editor, dan lain- lain," ujarnya.
Secara alami dan sisi idealisme, tugas media bukanlah membela pemerintah. Itu adalah tugas humas pemerintah. “Tugas pers bukanlah untuk menjilat penguasa, tapi untuk mengkritik yang sedang berkuasa,”tegas Andhika.
Seorang Penasehat Bupati itu sebaiknya jangan berstatement tendensius, artinya kalau menurut pepatah Minang " Alun Takilek, alah takalam”, ujung - ujungnya untuk kepentingan Plt. Bupati. Biarkan rekan-rekan Wartawan berkreasi, melakukan sosial kontrol dengan produk pemberitaan dan tetap berpedoman kepada kode etik Jurnalistik tutup Wakil Ketua FPII kuansing ini.**vol/rusman
Berita Terkait :
- Siap-siap, Desember Nanti Bakal Digelar Yusko Open Championship Karate Sumatera0
- Sebanyak 150 Putra Riau Ikuti Seleksi Magang Kerja Ke Jepang0
- Banyak Kejanggalan, Usut PPDB Online Di Riau0
- Ketua DPRD Kuansing Apresiasi Masyarakat Desa Petai Singhil0
- Siak Sambut Mahasiswa KKN 514 , Mahasiswa Peduli Stunting0
_Black11.png)








