- Talang Mamak Diduga Diintimidasi, Yusmilar dan Asmuri Disebut Kerahkan Preman Bayaran
- Dukung Ketahanan Pangan dan Cegah Karhutla, Polsek Kuala Cenaku Turun Dampingi Petani
- Polemik 469 Hektare Eks PT SAL, Talang Mamak Soroti Sanksi, Penguasaan Lahan dan TPPU
- Kapolres Inhu Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dan Komunikasi dalam Menjaga Kamtibmas
- Ketua FORKI Riau Parisman Ihwan Dijadwalkan Buka Karate Kid 3 Riau Open 2026
- Syahrul Aidi Sambut Menlu Baru, BKSAP DPR Siap Berkolaborasi Penguatan Diplomasi Bebas Aktif
- Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026 Resmi Dibuka, 728 Karateka Siap Bertanding
- INKAI Prestasi Juara Umum Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026
- Lewat Neo Energy Meet Up di Pekanbaru
- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
Warga Binaan Rutan Pekanbaru Rutin Ikuti Pembinaan Kerohanian

Warga binaan Rutan Pekanbaru sedang mengikuti kajian rutin.
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru mempunyai peran penting untuk membina warga binaannya baik secara jasmani dan rohani agar pada saat mereka kembali ke masyarakat dapat menjadi pribadi berkualitas dan dapat diandalkan karena mampu berubah menjadi insan lebih baik dari keadaan sebelumya.
Salah satunya, Rutan Kelas I Pekanbaru memberikan pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama muslim melalui kegiatan pesantren. Berbagai kegiatan diikuti setiap harinya oleh warga binaan seperti Kelas Fiqih, Kelas Hadist, Kelas Tahsin, Kelas Tajwid, Kelas Murotal, Kelas Muhadorah, Kelas Tauhid dan Kelas Bahasa Arab.
Tak hanya itu, agar berjalan dengan maksimal, Rutan Kelas I Pekanbaru menggandeng beberapa lembaga/instansi diantaranya Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Majelis Dakwah Indonesia, Yayasan Mualaf Centre Riau dan para guru tahsin yang bersertifikasi.
Kepala Rutan Kelas I Pekanbaru, M Lukman mengatakan program pembinaan kerohanian seperti halnya pesantren yang sudah berjalan dengan baik di Rutan dan akan selalu ditingkatkan.
Kegiatan ini dilakukan setiap hari secara berkesinambungan dan "getok tular", saling mengajari antar warga binaan satu dengan yang lainnnya (yang sudah mampu) serta dengan dukungan kerjasama dari Ustad atau guru tahsin dari luar.
"Pengajian dan pesantren ini rutin dilaksanakan setiap hari, diharapkan agar warga binaan dapat memahami sehingga akan menumbuhkan keimanan dan kepribadian warga binaan," kata Lukman.
Salah satu warga binaan, Irawan mengatakan sangat bersyukur dan senang dengan kegiatan pesantren ini sehingga dia dapat belajar dan mendalami ilmu agamanya.Hal tersebut diharapkan dapat mengubah pribadi narapidana menjadi lebih agamis dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
"Alhamdulillah, berkat pembinaan seperti ini, warga binaan sangat antusias ingin belajar dan hasilnya mereka sudah bisa mengaji, keilmuan agamanya dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari selama menjalani masa pidana yang sebelumnya di luar belum bisa," ujarnya. (rls)
Berita Terkait :
- Pak Kapolres Tolong Tangkap Pereman Yang Nyerang Rumah Saya di Sencalang0
- Dulu Curi Genset, Kini Masuk Penjara Lagi Setelah Bongkar Rumah0
- Kapolda Riau Perintahkan Propam Turun Periksa Kapolres Kampar0
- PT Pertagas Ingkar Janji, Masyarakat Gelar Demo Tuntut Penyelesaian0
- Batasi Operasional Warnet, Diskominfotik Rohil Terbitkan Surat Edaran 0
_Black11.png)








