- Pemkab Siak Nilai Formula DBH Migas Saat Ini Merugikan Daerah Penghasil
- Pemkab Siak Optimalkan Aset Daerah, Lahan Tidur Disulap Jadi Sentra Pangan
- Pemkab Siak Pastikan Tak Ada Anak Gagal Sekolah karena Kendala Administrasi
- Pemkab Siak Dorong Wakaf Produktif Lewat Pembangunan Rumah Singgah Kesehatan
- Pemkab Siak Siapkan Solusi bagi Calon Siswa yang Terkendala Dokumen Kependudukan
- Pemkab Siak Gandeng Indomaret, Produk UMKM Kini Tembus Pasar Ritel Modern
- Jalan Sungai Rawa Terus Makan Korban, Masyarakat Desak PT Ekasapta Paramita Energi Bertanggung Jawab
- Polsek GAS Turun ke Rambaian: Bhabin Cek dan Rawat Cabe Rawit Ketahanan Pangan
- Bupati Siak Minta Kafilah Tampilkan Performa Terbaik di MTQ Riau XLIV
- Aipda Andromik Ajari Warga Sungai Iliran Cara Panen Cabe Berkualitas
Warga Binaan Rutan Pekanbaru Rutin Ikuti Pembinaan Kerohanian

Warga binaan Rutan Pekanbaru sedang mengikuti kajian rutin.
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru mempunyai peran penting untuk membina warga binaannya baik secara jasmani dan rohani agar pada saat mereka kembali ke masyarakat dapat menjadi pribadi berkualitas dan dapat diandalkan karena mampu berubah menjadi insan lebih baik dari keadaan sebelumya.
Salah satunya, Rutan Kelas I Pekanbaru memberikan pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama muslim melalui kegiatan pesantren. Berbagai kegiatan diikuti setiap harinya oleh warga binaan seperti Kelas Fiqih, Kelas Hadist, Kelas Tahsin, Kelas Tajwid, Kelas Murotal, Kelas Muhadorah, Kelas Tauhid dan Kelas Bahasa Arab.
Tak hanya itu, agar berjalan dengan maksimal, Rutan Kelas I Pekanbaru menggandeng beberapa lembaga/instansi diantaranya Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Majelis Dakwah Indonesia, Yayasan Mualaf Centre Riau dan para guru tahsin yang bersertifikasi.
Kepala Rutan Kelas I Pekanbaru, M Lukman mengatakan program pembinaan kerohanian seperti halnya pesantren yang sudah berjalan dengan baik di Rutan dan akan selalu ditingkatkan.
Kegiatan ini dilakukan setiap hari secara berkesinambungan dan "getok tular", saling mengajari antar warga binaan satu dengan yang lainnnya (yang sudah mampu) serta dengan dukungan kerjasama dari Ustad atau guru tahsin dari luar.
"Pengajian dan pesantren ini rutin dilaksanakan setiap hari, diharapkan agar warga binaan dapat memahami sehingga akan menumbuhkan keimanan dan kepribadian warga binaan," kata Lukman.
Salah satu warga binaan, Irawan mengatakan sangat bersyukur dan senang dengan kegiatan pesantren ini sehingga dia dapat belajar dan mendalami ilmu agamanya.Hal tersebut diharapkan dapat mengubah pribadi narapidana menjadi lebih agamis dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
"Alhamdulillah, berkat pembinaan seperti ini, warga binaan sangat antusias ingin belajar dan hasilnya mereka sudah bisa mengaji, keilmuan agamanya dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari selama menjalani masa pidana yang sebelumnya di luar belum bisa," ujarnya. (rls)
Berita Terkait :
- Pak Kapolres Tolong Tangkap Pereman Yang Nyerang Rumah Saya di Sencalang0
- Dulu Curi Genset, Kini Masuk Penjara Lagi Setelah Bongkar Rumah0
- Kapolda Riau Perintahkan Propam Turun Periksa Kapolres Kampar0
- PT Pertagas Ingkar Janji, Masyarakat Gelar Demo Tuntut Penyelesaian0
- Batasi Operasional Warnet, Diskominfotik Rohil Terbitkan Surat Edaran 0
_Black11.png)









