- Bola Panas Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah, Kejari Inhu: Laporan Akan Ditindaklanjuti
- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
Warga Profil Pelalawan Buat Api Unggun Usir Gajah Rusak Kebun

Gajah sumatra di Riau. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Dua gajah liar merusak tanaman di kebun warga Dusun Profil, Kelurahan Sorek, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. Warga khawatir karena gajah sumatra ini sangat dekat dengan pemukiman.
Personel Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sudah ke lokasi untuk menangani konflik satwa liar dengan manusia ini. Kabar terbaru, dua hewan berbelalai panjang itu sudah menjauh dari pemukiman.
Kabid I BBKSDA Riau Andre Hansen Siregar menyebut timnya bersama warga dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas masih bersiaga. Mereka berjaga di perbatasan dusun untuk melakukan penggiringan jika gajah kembali.
"Dilakukan penyekatan di lintasan gajah dengan membuat api unggun," kata Andre, Jum'at petang, 9 April 2021.
Andre menyebut dua gajah ini berasal dari Taman Nasional Tesso Nilo. Keduanya keluar dari habitat untuk mencari makan dan kemudian masuk ke kebun sawit milik masyarakat Dusun Profil.
"Gajah memakan tanaman sawit muda, memang ada kebun yang rusak," jelas Andre.
Andre mengatakan, dusun itu masih masuk daerah jelajah gajah. Dulunya masih berhutan dan semak tapi sekarang sudah ada kebun, kemudian ada pemukiman tak jauh dari daerah jelajah itu.
"Mau gak mau harus dimitigasi agar kerusakan kebun warga tidak makin parah," kata Hansen.
Hingga Jum'at siang, tim BBKSDA dengan beberapa warga bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas masih mengikuti dua gajah itu. Hanya saja tim tak melihat gajah lagi karena pergerakannya cepat.
"Gajahnya lari cepat sehingga tim hanya menemukan jejak dan kotoran lama," terang Hansen.
Informasi terakhir, gajah memasuki hutan tanaman industri milik sebuah perusahaan. Andre menilai itu lebih baik karena gajah lebih aman di sana dan warga juga tak perlu risau lagi.
Meski demikian, tim masih mengantisipasi gajah ini kembali keluar dari hutan dan masuk kebun lagi. Tim juga sudah bersiaga melakukan penggiringan jika dua gajah itu terlihat lagi.
"Makanya ada membuat api unggun, kemudian penggiringan merupakan cara untuk saat ini karena memakai gajah latih biayanya besar," kata Andre. (syu)
Berita Terkait :
- Tradisi Balimau Sultan Pelalawan Menyambut Ramadan0
- Harga Daging Meroket Jelang Ramadan0
- Sambut Bulan Suci Ramadan, Warga Serbu Perlengkapan Ibadah0
- Polda Didesak Tuntaskan Raibnya Dana Rp6,5 Miliar di Universitas Pasir Pangaraian0
- 200 Peserta Ikuti Implementasi UU KIP 0
_Black11.png)









