Tradisi Balimau Sultan Pelalawan Menyambut Ramadan

Publisher Vol/Syu Seni & Budaya
09 Apr 2021, 20:11:00 WIB
Tradisi Balimau Sultan Pelalawan Menyambut Ramadan

Sultan Pelalawan menyiramkan air balimau kasai kepada tetua adat. IST


PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Ramadan sudah dekat. Masyarakat sekitar Istana Sayap di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, menyambut datangnya bulan suci bagi umat Islam ini dengan tradisi Mandi Balimau Sultan.

Mandi Balimau Sultan merupakan tradisi turun temurun dari Kerajaan Pelalawan. Helatnya pada tahun lalu sempat ditiadakan karena pandemi Covid-19 tapi tahun ini digelar kembali dengan menerapkan protokol kesehatan.

Istana Sayap tak ramai seperti tahun-tahun sebelum pandemi tiba. Pelaksanaannya terbatas tanpa kerumunan masyarakat di pinggir Sungai Kampar, lokasi Mandi Balimau Sultan.

Biasanya, tradisi ini diiringi dengan Mandi Balimau Kasai bagi masyarakat luas, dikenal Petang Megang, setelah Sultan Pelalawan Assyaidis Syarif Kamaruddin Haroen menyiram kepala pada tetua adat ataupun kepala suku.

Balimau Sultan dimulai dari menjemput pewaris Kerajaan Pelalawan oleh sejumlah pengawal berbaju adat. Sultan kemudian diarak untuk melaksanakan salat berjamaah.

Sebelum itu, Sultan Pelalawan mengambil wudhu di sebuah telaga yang dikhususkan bagi keluarga kerajaan. Tempat air ini dikenal dengan Talago Nago.

Usai salat, Sultan Pelalawan memimpin rombongan untuk berziarah ke pemakaman pendahulunya, tak jauh dari masjid. Kemudian dilanjutkan makan bersama dengan tamu undangan dan masyarakat sekitar.

Puncak acara adalah penyiraman air dari akar dan bunga dicampur jeruk nipis kepada kepala suku ataupun tokoh adat. Penyiraman ini sebagai sirat penyucian diri sebelum memasuki Ramadan.

Setelah itu, Sultan Pelalawan memberikan pepatah-petitih berisi pesan moral dalam beragama dan bermasyarakat. Sultan mengajak masyarakat rajin berbagi antara sesama.

"Selalu beristighfar dan mengaji, perbanyaklah sedekah dan memberi, senantiasalah menghitung diri, dalam puasa jangan menyalah, serahkan diri kepada Allah, mestilah puasa membawa berkah," kata Sultan Pelalawan kepada peserta Balimau Sultan.

"Saling menghormati janganlah lupa jaga persatuan sesama kita," sambung Sultan.

Bupati Pelalawan HM Harris yang hadir berharap kegiatan ini selalu digelar sebagai pengingat bagi generasi muda. Masyarakat diminta melestarikan adat yang sudah berusia ratusan tahun ini.

"Semoga digelar berkelanjutan setiap tahunnya," kata Harris.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Bupati Pelalawan terpilih, Zukri. Terlihat pula Wakil Kepala Polda Riau Brigadir Jenderal Tabana Bangun. (syu)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment