- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
Tradisi Balimau Sultan Pelalawan Menyambut Ramadan

Sultan Pelalawan menyiramkan air balimau kasai kepada tetua adat. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Ramadan sudah dekat. Masyarakat sekitar Istana Sayap di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, menyambut datangnya bulan suci bagi umat Islam ini dengan tradisi Mandi Balimau Sultan.
Mandi Balimau Sultan merupakan tradisi turun temurun dari Kerajaan Pelalawan. Helatnya pada tahun lalu sempat ditiadakan karena pandemi Covid-19 tapi tahun ini digelar kembali dengan menerapkan protokol kesehatan.
Istana Sayap tak ramai seperti tahun-tahun sebelum pandemi tiba. Pelaksanaannya terbatas tanpa kerumunan masyarakat di pinggir Sungai Kampar, lokasi Mandi Balimau Sultan.
Biasanya, tradisi ini diiringi dengan Mandi Balimau Kasai bagi masyarakat luas, dikenal Petang Megang, setelah Sultan Pelalawan Assyaidis Syarif Kamaruddin Haroen menyiram kepala pada tetua adat ataupun kepala suku.
Balimau Sultan dimulai dari menjemput pewaris Kerajaan Pelalawan oleh sejumlah pengawal berbaju adat. Sultan kemudian diarak untuk melaksanakan salat berjamaah.
Sebelum itu, Sultan Pelalawan mengambil wudhu di sebuah telaga yang dikhususkan bagi keluarga kerajaan. Tempat air ini dikenal dengan Talago Nago.
Usai salat, Sultan Pelalawan memimpin rombongan untuk berziarah ke pemakaman pendahulunya, tak jauh dari masjid. Kemudian dilanjutkan makan bersama dengan tamu undangan dan masyarakat sekitar.
Puncak acara adalah penyiraman air dari akar dan bunga dicampur jeruk nipis kepada kepala suku ataupun tokoh adat. Penyiraman ini sebagai sirat penyucian diri sebelum memasuki Ramadan.
Setelah itu, Sultan Pelalawan memberikan pepatah-petitih berisi pesan moral dalam beragama dan bermasyarakat. Sultan mengajak masyarakat rajin berbagi antara sesama.
"Selalu beristighfar dan mengaji, perbanyaklah sedekah dan memberi, senantiasalah menghitung diri, dalam puasa jangan menyalah, serahkan diri kepada Allah, mestilah puasa membawa berkah," kata Sultan Pelalawan kepada peserta Balimau Sultan.
"Saling menghormati janganlah lupa jaga persatuan sesama kita," sambung Sultan.
Bupati Pelalawan HM Harris yang hadir berharap kegiatan ini selalu digelar sebagai pengingat bagi generasi muda. Masyarakat diminta melestarikan adat yang sudah berusia ratusan tahun ini.
"Semoga digelar berkelanjutan setiap tahunnya," kata Harris.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Bupati Pelalawan terpilih, Zukri. Terlihat pula Wakil Kepala Polda Riau Brigadir Jenderal Tabana Bangun. (syu)
Berita Terkait :
- Harga Daging Meroket Jelang Ramadan0
- Sambut Bulan Suci Ramadan, Warga Serbu Perlengkapan Ibadah0
- Polda Didesak Tuntaskan Raibnya Dana Rp6,5 Miliar di Universitas Pasir Pangaraian0
- 200 Peserta Ikuti Implementasi UU KIP 0
- Mahasiswa Desak Kejati Riau Tetapkan Indra Gunawan Eet Tersangka0
_Black11.png)









