- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Temu Xi Jinping di G20, Jokowi Tegaskan RI Dukung Reunifikasi China

VokalOnline.Com-- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden China Xi Jinping sepakat tidak akan mencampuri urusan negara masing-masing, termasuk soal Taiwan.
Hal itu disepakati kedua presiden saat bertemu secara bilateral di sela KTT G20, Nusa Dua, Bali. Melalui pernyataan bersama Jokowi-Xi Jinping, kedua belah pihak menegaskan kembali saling mendukung dengan tegas isu-isu yang menyangkut kepentingan inti seperti kedaulatan nasional, keamanan, dan integritas wilayah.
"Indonesia menegaskan kembali kepatuhannya yang teguh pada kebijakan satu China, dukungannya yang berkelanjutan untuk pembangunan damai hubungan lintas-Selat (Taiwan) dan reunifikasi damai China," bunyi pernyataan bersama Xi Jinping-Jokowi.
"China juga menegaskan kembali dukungannya yang kuat terhadap upaya Indonesia untuk mengamankan persatuan nasional dan integritas wilayahnya."
Reunifikasi China atau yang lebih dikenal unifikasi Lintas-Selat merujuk pada potensi penyatuan kembali China (Republik Rakyat China) dengan wilayah Taiwan yang saat ini mengklaim sebagai negara yang berdaulat dengan nama resmi Republik China.
Selama ini, China menganggap Taiwan merupakan wilayah kedaulatannya yang membangkang karena ingin memerdekakan diri.
Karena itu, Beijing selalu menuntut setiap negara yang menjalin hubungan dengan China agar menegakkan kebijakan Satu China. Kebijakan Satu China merupakan prinsip yang mengakui bahwa hanya ada satu negara berdaulat yakni China dengan pemerintahan resmi Republik Rakyat China.
Prinsip itu juga mengakui wilayah Hong Kong, Makau, dan Taiwan sebagai bagian dari pemerintah China.
Sementara itu, selama ini, Indonesia memang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan. Jakarta dan Taipei hanya memiliki hubungan terbatas pada ekonomi dan perdagangan.
Selain soal Taiwan, Jokowi dan Xi Jinping juga membahas soal penguatan kerja sama antara kedua negara.
Kedua negara sepakat sama-sama mendukung pembangunan nasional satu sama lain.
"Yaitu China mencapai tujuan seratus tahun kedua untuk membangun negara sosialis modern yang hebat dalam segala aspek, dan Indonesia menjadi negara maju pada peringatan seratus tahun berdirinya Indonesia pada 2045," bunyi pernyataan bersama yang dirilis kantor berita Xinhua.
China-Indonesia juga telah merumuskan Rencana Aksi untuk Memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif (2022-2026) sehingga dapat memberikan rencana dan peta jalan terpadu untuk pertukaran dan kerja sama antara kedua negara di semua bidang dalam lima tahun ke depan.**Syafira
Berita Terkait :
- PM Kanada Trudeau Buka Suara usai Terekam Diomeli Xi Jinping di Bali0
- Biden Disebut Akui Rudal Ukraina yang Hantam Polandia0
- Isi Bocoran Pembicaraan yang Diduga Bikin Xi Marah ke Trudeau di Bali0
- Harga Kripto Kompak Kebakaran0
- Deklarasi G20 Disahkan, Kompak Desak Rusia Angkat Kaki dari Ukraina0
_Black11.png)









