- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
Biden Disebut Akui Rudal Ukraina yang Hantam Polandia

VokalOnline.Com-- Presiden Amerika Serikat Joe Biden disebut mengatakan kepada negara G7 dan Organisasi Pakta Negara Atlantik Utara (NATO) bahwa ledakan di perbatasan Polandia disebabkan oleh rudal pertahanan udara Ukraina.
Hal itu diungkap oleh seorang pejabat NATO kepada Reuters pada Rabu (16/11).
Dalam jumpa pers di sela-sela KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Biden juga mengatakan kepada wartawan bahwa rudal yang menghantam desa di Polandia dan menewaskan dua orang itu mungkin bukan ditembakkan dari Rusia.
Insiden itu memicu sejumlah pemimpin negara anggota G20 yang tergabung dalam G7 segera menggelar rapat darurat di Nusa Dua untuk mendiskusikan langkah selanjutnya merespons serangan ke Polandia.
Semula, serangan rudal itu diduga kuat berasal dari Rusia. Namun, G7 dan NATO saat itu belum bisa memastikannya dan sepakat mendukung penyelidikan terhadap serangan ke Polandia.
G7 dalam pernyataannya usai rapat darurat tetap mengutuk serangan rudal Rusia ke Ukraina yang terjadi di hari yang sama saat serangan ke Polandia berlangsung.
Sementara itu, Rusia membantah keras bahwa rudal itu ditembakkan oleh pasukannya. Moskow menuding Barat dan Ukraina ingin memperkeruh ketegangan di tengah invasinya ke Ukraina yang belum juga usai.
Polandia merupakan salah satu anggota Aliansi pertahanan Organisasi Traktat Negara Atlantik Utara (NATO). Karenanya, Polandia dapat mendapat dukungan penuh dari NATO, dalam hal persenjataan hingga pasukan apabila diserang.
Setiap anggota NATO juga terikat dengan Pasal 5 traktat tersebut yang berisikan soal payung pertahanan bersama. Artinya,setiap serangan militer yang menerjang salah satu anggota juga diartikan menyerang seluruh anggota.
Dengan begitu, Rusia bisa terlibat konflik yang lebih luas bahkan risiko perang terbuka dengan NATO jika serangan rudal yang menghantam Polandia terbukti berasal dari mereka.
Presiden Volodymyr Zelensky meminta sekutu Ukraina untuk berbagi "semua data" terkait rudal yang mendarat di Polandia. Permintaan itu disampaikan setelah Zelensky ngotot rudal itu berasal dari Rusia, bukan tentara Ukraina.
"Kami ingin menyusun semua detail, setiap fakta. Itu sebabnya kami membutuhkan... akses ke semua data yang dimiliki mitra kami dan lokasi ledakan," kata Zelensky dalam pidato pada Rabu (16/11) malam.
Dalam kesempatan itu, ia juga meyakini rudal tersebut bukan berasal dari militer Ukraina.**Syafira
Berita Terkait :
- Isi Bocoran Pembicaraan yang Diduga Bikin Xi Marah ke Trudeau di Bali0
- Harga Kripto Kompak Kebakaran0
- Deklarasi G20 Disahkan, Kompak Desak Rusia Angkat Kaki dari Ukraina0
- Erdogan soal Rudal Hantam Polandia: Hormati Rusia, Perlu Investigasi0
- G7-NATO Kutuk Serangan Biadab Rudal Rusia ke Ukraina saat KTT G200
_Black11.png)









