- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
- Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
- Jum'at Keliling, Kapolres Pelalawan Sambangi Masjid Al Aziim
- Polres Inhu Gelar Razia Sarang Narkoba di Kambesko, Dukung Terwujudnya Kampung Bersinar
- Perebutkan Piala Bupati, Kejuaraan Drumband Inhu Resmi Dibuka
- Syahrul Aidi Dukung MUI dan Forkomnas, Minta Pemerintah Konsisten Bela Palestina
- 600 Atlet INKANAS Berlaga di GDR Open Championship 1 Riau, Matangkan Persiapan Menuju Piala Kapolri
Ahok Ketemu Gibran Bahas Penghapusan Premium

(Tirto.ID)
Vokalonline.com Dilansir dari CNN Indonesia -- Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyambangi Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming. Keduanya membahas beberapa hal, di antaranya terkait konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.
Kepada Gibran ia menceritakan keinginannya sejak lama ingin menghapus BBM jenis premium. Bahkan, saat menjadi gubernur DKI Jakarta, Ahok menyebut premium sudah ditiadakan.
Namun, ia tak menampik hingga saat ini masyarakat di daerah lain masih mengandalkan BBM jenis premium, sehingga secara keseluruhan premium belum bisa dihapuskan."Dulu di DKI sudah saya hapus, tetapi memang di beberapa daerah masih membutuhkan. Makanya, kami lagi bikin program langit biru untuk mengajak masyarakat, mendidik supaya meninggalkan premium karena secara kualitas kurang baik," jelasnya, dikutip dari Antara pada Kamis (8/4).
Tak hanya berdampak buruk kepada lingkungan, ia menyebut jenis premium telah ditinggalkan berbagai negara karena rendahnya kualitas premium.
Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk beralih ke BBM Pertalite atau Pertamax."Tetapi secara kebutuhan ekonomi memang rakyat masih membutuhkan premium, makanya ini bertahap. Di Jawa Tengah sedikit sekali yang pakai premium. Masyarakat makin sadar dari sisi lingkungan dan sisi ekonomis memang lebih baik pertamax," jelasnya.
Walau berusaha mengalihkan konsumsi premium ke BBM beroktan lebih tinggi lainnya, namun Ahok belum dapat memastikan kapan premium bisa dihapuskan.
Dia menyebut keputusan ada di tangan Menteri ESDM Arifin Tasrif. "Saya enggak tahu, itu menteri. Kalau kami cuma menjalankan saja," jawabnya.
(wel/bir)
Berita Terkait :
- Pengusaha Minta Pemerintah Bantu DP Rumah Non Subsidi 0
- Periode Supercycle, Harga Komoditas Bakal Naik0
- Pengusaha Pertanyakan Larangan Impor Sawit Oleh Sri Lanka 0
- Petani Penerima Subsidi Pupuk Akan Dibatasi 0
- Mengenal BI Fast Payment yang Bikin Transfer Jadi Lebih Murah 0
_Black11.png)








