- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
Bank Sentral Jepang Mulai Eksperimen Penerbitan Uang Digital
.jpg)
(cnbcindonesia)
Vokalonline.com Dilansir dari CNN Indonesia -- Bank sentral Jepang (BoJ) mulai melakukan eksperimen untuk menerbitkan mata uang digital pada Senin (5/4). Upaya ini dilakukan untuk mengikuti inovasi yang dilakukan oleh sektor swasta mereka.Dalam pernyataan yang dikutip dari Reuters, Senin (5/4), eksperimen ini akan dilakukan hingga Maret 2022. Dalam eksperimen ini, mereka akan fokus pada uji kelayakan teknis penerbitan, pendistribusian dan penukaran mata uang digital bank sentral (CBDC).
Setelah eksperimen selesai, BoJ akan melanjutkannya ke eksperimen fase kedua dengan meneliti fungsi mata uang digital yang lebih rinci, termasuk apakah mereka akan menetapkan batas jumlah CBDC yang dapat dimiliki setiap entitas.Jika perlu, bank sentral akan meluncurkan program percontohan yang melibatkan penyedia layanan pembayaran dan pengguna akhir.
"Meskipun tidak ada perubahan dalam sikap BOJ, saat ini tidak ada rencana untuk menerbitkan CBDC. Kami yakin memulai eksperimen pada tahap ini adalah langkah yang diperlukan," kata Direktur Eksekutif BoJ Shinichi Uchida.
Sejumlah bank sentral global saat ini sedang berlomba dalam mengembangkan mata uang digital. Itu dilakukan untuk memodernisasi sistem keuangan mereka, menangkal ancaman dari cryptocurrency dan mempercepat pembayaran domestik dan internasional.
China merupakan negara yang memimpin upaya tersebut. Saat ini BOJ telah mempercepat upaya untuk mengejar ketinggalan dari China itu.
(agt/sfr)
Berita Terkait :
- Baru 2,97 Persen Tenaker Pariwisata yang Divaksin Covid-190
- Laju IHSG Diprediksi Menguat, Tapi Terbatas 0
- BSI Integrasikan Sistem Layanan di Indonesia Timur 0
- IHSG Diprediksi Menguat Usai Kondisi Jenuh Jual0
- Dahlan Iskan Soroti Keuangan BUMN Karya 0
_Black11.png)









