- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
- Anugerah Voice of The Ummah, JMSI Riau Apresiasi Kiprah Dakwah UAS
- UAS Dorong Media Berintegritas untuk Berkontribusi bagi Perubahan Umat
- JMSI Riau Serahkan Anugerah Voice of The Ummah kepada UAS
- Safari Dakwah Bersama Koh Dennis Lim, Hadirkan Tiga Tema Penguatan Diri dan Peran Masjid
- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
Belasan Ribu Vaksin COvid-19 di Riau Kedaluwarsa, Salah Siapa?

PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Sebanyak 12 ribu dosis vaksin Covid-19 di Riau, jenis AstraZanecca dan Moderna, kedaluwarsa. Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan (Diskes) menyatakan tidak ada kelalaian petugas tapi ini terjadi karena sistem relokasi serta pendistribusian.
Vaksin Covid-19 kedaluwarsa ini terjadi sejak tanggal 12 Desember dan 31 Desember 2021 lalu. Pihak dinas menyatakan stok vaksin masih ada sekitar 1,4 juta dosis lagi yang siap didistribusikan ke masyarakat.
Plt Kepala Diskes Riau Masrul Kasmy menjelaskan, vaksin kedaluwarsa ini ada di delapan kabupaten. Di antaranya, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Rokan Hulu, Rokan Hilir hingga Siak. Vaksin ini berada di fasilitas kesehatan kabupaten setempat atau Puskesmas.
"Nanti dirapatkan bagaimana tindakan selanjutnya, akan dibuat berita acaranya," kata Masrul, Selasa siang, 4 Januari 2022.
Masrul menjelaskan, penyimpanan vaksin ada tiga tempat. Yaitu instalasi farmasi provinsi, instalasi farmasi kabupaten dan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas.
Masrul tidak menyebut berapa vaksin kedaluwarsa di setiap Puskesmas yang ada di delapan kabupaten. Dia menyebut hanya pendataan, di mana rekapitulasinya ada 12 ribu dosis.
Dirinya menyatakan, kedaluwarsa terjadi bukan karena kelalaian petugas di Puskesmas. Hal ini terjadi karena sistem relokasi dari daerah lain yang dilakukan pemerintah pusat ke provinsi Riau.
"Misalnya ada sisa dari daerah lain, karena percepatan akhirnya dibagikan ke Riau," jelas pria yang juga menjabat Asisten III Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Riau ini.
Vaksin relokasi ini, tambah Masrul, masa berlakunya ketika datang ke Riau hampir habis. Karena waktu itu, distribusi tidak bisa dilakukan mengingat waktu hampir habis sehingga dikhawatirkan kalau tetap diberikan kepada masyarakat.
"Jadi tidak lamban dan lalai, ini sistem menajemen antar pergudangan, dari instalasi Riau ke faskes, manajemen ini yang butuh pengaturan," sebut Masrul. (syu)
Berita Terkait :
- Kapolda Riau Muhammad Iqbal Disambut Adat Tepuk Tepung Tawar.0
- Irjen Muhammad Iqbal Resmi Bertugas 0
- Irwasum Polri Apresiasi Vaksin Serentak Korps Bhayangkara0
- Eksekusi Ruko di Parit Indah Dinilai Cacat Hukum0
- Polda Riau Tak Mampu Selesaikan Tiga Kasus Ini Pada Tahun 20210
_Black11.png)









