- Sambang Desa di Talang Jerinjing, Polsek Rengat Barat Temukan Warga Inspiratif
- Sambang Desa di Talang Jerinjing, Polsek Rengat Barat Temukan Warga Inspiratif
- Satgas PKH Ditantang, Eks Kebun PT SAL Masih Dihuni Pekerja dan Security Lama
- Sekolah Perlu Pahami Hak dalam Pemberitaan, JMSI Inhu Gelar Sosialisasi Advokasi Pers
- Hendry Munief Dorong Pariwisata Rohul Mendunia: Bentuk Komunitas Digital dan Viralkan Kontennya
- Buktikan Janji dengan Kerja Nyata, Rubah Keluhan Warga Jadi Rasa Bangga
- Penataan TPA Muara Fajar Pekanbaru Berlanjut, Sistem WTE Segera Diterapkan
- Pemko Pekanbaru Klaim Penataan TPA Muara Fajar Alami Kemajuan Signifikan
- Pemko Pekanbaru Siapkan Pelebaran Jalan Bangau Sakti, Upaya Urai Kemacetan Soebrantas
- Pemko Pekanbaru Dorong Pelaku UMKM Tingkatkan Kualitas Produk
Hari Ini Risma Kembali Tinjau Korban Banjir NTT

Menteri Sosial Tri Rismaharini/Gesuri
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Menteri Sosial Tri Rismaharini bertolak ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau korban banjir bandang akibat siklon tropis seroja di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (8/4).
Perempuan yang kerap disapa Risma itu terbang ke NTT pada pukul 05.00 WIB Kamis (8/4) pagi dari Jakarta. Sehari sebelumnya ia juga sempat meninjau korban di sana. Risma menerangkan kedatangannya ke NTT hari ini karena masih banyak warga yang belum menerima bantuan.
"Saya balik lagi jam 5 pagi karena masih banyak daerah yang saya khawatir belum terus terang belum tersentuh terutama kebutuhan makanan," ujar Risma di kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (7/4).
Risma menyebut pihaknya akan membawa sejumlah bantuan, terutama kebutuhan pokok berupa makanan dan pakaian bagi pengungsi di sejumlah kabupaten di NTT. Dalam kedatangan sebelumnya, dia mengaku kesulitan menyalurkan bantuan karena banyak akses yang terputus.
Oleh sebab itu, dalam kedatangannya kali ini, Mantan Wali Kota Surabaya itu mengaku akan membawa alat berat untuk membuka akses agar bantuan bisa tersalurkan.
"Jadi, karena itu sekarang, lagi kami cari cara bagaimana alat berat itu bisa juga kita bantu," kata Risma.
"Kita juga membawa peralatan untuk alat-alat potong pohon karena selama ini pohon-pohon itu menutup Jalan akses utama seperti itu kira-kira," imbuhnya.
Risma menyebut selama ini penyaluran bantuan untuk korban, yang tersebar di sejumlah pulau banyak terhambat karena kendala cuaca. Akses warga juga banyak yang terputus karena jembatan terputus.
Akibat kondisi itu, Risma mengaku rombongannya sempat gagal mengakses keberadaan warga yang terisolir di beberapa wilayah. Risma memastikan hingga kini masih banyak warga korban banjir bandang di NTT membutuhkan bantuan.
"Cuma tadi karena transport-nya sulit, sehingga kita juga kesulitan membawa barang ke sana seperti itu. Contohnya di (pulau) Adonara," katanya.
(thr/kid)
Berita Terkait :
- AS Beri Dana Rp3,4 T Untuk Bantu Palestina0
- Wajib Punya IATA Travel Pass Mulai 1 Mei di Singapura0
- Cara Mudah Memasak Steak di Rumah0
- Sidang Putusan Sela Rizieq di PN Jaktim Dikawal 1.388 Aparat0
- Pesawat Ethiopian Airlines Salah Mendarat0
_Black11.png)









