- Saran untuk Kapolda Riau yang Baru; Untuk Dihormati Tegakkan Keadilan
- RAPP dan Masyarakat Perkuat Kebersamaan melalui Founders Day 2026
- Sempena HUT Humas Polri ke-75, Polres Meranti dan Insan Pers Gelar Donor Darah
- Bupati Asmar Ingatkan Desa: Setiap Rupiah Dana Negara Harus Bisa Dipertanggungjawabkan
- Hutan Terbakar, Rakyat Terdampak, Ekonomi Terancam, Hubungan Antarnegara Dipertaruhkan!
- Rayakan Hari Anak Nasional 2026, RAPP Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman bagi Tumbuh Kembang Anak
- RAPP Serahkan Bantuan Festival Pacu Jalur Nasional 2026 dan Sponsori Tiga Jalur Unggulan
- Pemcam Koto Gasib Apresiasi Fire Fighter PT RAPP
- RAPP Terima Penghargaan Industry Marketing Champion 2026 dari MarkPlus
- RAPP Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Karhutla di Riau
Hari Ini Risma Kembali Tinjau Korban Banjir NTT

Menteri Sosial Tri Rismaharini/Gesuri
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Menteri Sosial Tri Rismaharini bertolak ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau korban banjir bandang akibat siklon tropis seroja di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (8/4).
Perempuan yang kerap disapa Risma itu terbang ke NTT pada pukul 05.00 WIB Kamis (8/4) pagi dari Jakarta. Sehari sebelumnya ia juga sempat meninjau korban di sana. Risma menerangkan kedatangannya ke NTT hari ini karena masih banyak warga yang belum menerima bantuan.
"Saya balik lagi jam 5 pagi karena masih banyak daerah yang saya khawatir belum terus terang belum tersentuh terutama kebutuhan makanan," ujar Risma di kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (7/4).
Risma menyebut pihaknya akan membawa sejumlah bantuan, terutama kebutuhan pokok berupa makanan dan pakaian bagi pengungsi di sejumlah kabupaten di NTT. Dalam kedatangan sebelumnya, dia mengaku kesulitan menyalurkan bantuan karena banyak akses yang terputus.
Oleh sebab itu, dalam kedatangannya kali ini, Mantan Wali Kota Surabaya itu mengaku akan membawa alat berat untuk membuka akses agar bantuan bisa tersalurkan.
"Jadi, karena itu sekarang, lagi kami cari cara bagaimana alat berat itu bisa juga kita bantu," kata Risma.
"Kita juga membawa peralatan untuk alat-alat potong pohon karena selama ini pohon-pohon itu menutup Jalan akses utama seperti itu kira-kira," imbuhnya.
Risma menyebut selama ini penyaluran bantuan untuk korban, yang tersebar di sejumlah pulau banyak terhambat karena kendala cuaca. Akses warga juga banyak yang terputus karena jembatan terputus.
Akibat kondisi itu, Risma mengaku rombongannya sempat gagal mengakses keberadaan warga yang terisolir di beberapa wilayah. Risma memastikan hingga kini masih banyak warga korban banjir bandang di NTT membutuhkan bantuan.
"Cuma tadi karena transport-nya sulit, sehingga kita juga kesulitan membawa barang ke sana seperti itu. Contohnya di (pulau) Adonara," katanya.
(thr/kid)
Berita Terkait :
- AS Beri Dana Rp3,4 T Untuk Bantu Palestina0
- Wajib Punya IATA Travel Pass Mulai 1 Mei di Singapura0
- Cara Mudah Memasak Steak di Rumah0
- Sidang Putusan Sela Rizieq di PN Jaktim Dikawal 1.388 Aparat0
- Pesawat Ethiopian Airlines Salah Mendarat0
_Black11.png)








