Breaking News
- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
- Jaringan Aktivis Jaga Aset Negara dari Oligarki
- Pelantikan JMSI Dumai Periode 2026-2031, Syafriadi Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan
- Pilkades Di Gelar Pekan Depan Bupati Asmar Ajak Desa Melaksanakan Dengan Baik
- Bupati Asmar Pimpin Rakor Persiapan dan Tahapan Pilkades Serentak
- Cegah Karhutla, Polsek Rangsang Barat Sasar Jemaah Maulid Nabi Di Desa Lemang
Harimau di Desa Teluk Lanung Tertangkap
Diduga Mangsa Manusia

Harimau sumatra. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Harimau sumatra di Desa Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, akhirnya tertangkap. Si Datuk Belang masuk ke kandang jebakan karena terpancing kambing yang ditaruh petugas.
Plh Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Hartono, membenarkan tertangkapnya harimau sumatra yang sudah muncul di desa tersebut sejak beberapa bulan lalu.
Hanya saja, Hartono belum bisa memastikan apakah harimau itu yang memangsa remaja 16 tahun beberapa pekan lalu.
"Kalau itu belum bisa dipastikan mas," kata Hartono, Kamis siang, 9 September 2021.
Hartono menjelaskan, kemungkinan harimau itu masuk kandang jebakan pada Rabu petang, 8 September 2021. Hal itu berdasarkan bunyi pintu kandang yang menyiratkan ada satwa masuk.
"Karena sudah hampir gelap, petugas tidak mengecek langsung untuk keamanan," ucap Hartono.
Kamis pagi, petugas ke lokasi kandang jebak untuk memastikan. Ternyata memang benar ada harimau berada di dalamnya.
"Saat ini masih observasi oleh petugas medis, saya belum dapat laporan terbaru," kata Hartono.
Menurut Hartono, pemeriksaan medis sangat penting. Tujuannya memastikan apakah harimau mengalami luka untuk selanjutnya diberi tindakan medis.
Observasi dilakukan juga bertujuan mengecek sifat harimau. Dari sana akan disimpulkan apakah harimau sumatra bisa langsung dilepasliarkan ke lokasi lain.
"Atau perlu dibawa ke lokasi lain, nanti disampaikan perkembangannya," ucap Hartono.
Sebagai informasi, remaja 16 tahun bernama Malta Alfarel ditemukan tewas ketika mencari sinyal telepon genggam di pelabuhan desa tersebut. Saat itu, korban keluar dari barak pekerja bersama ayahnya, Rustam Nduru, untuk memperbaiki mesin genset.
Ketika perbaikan selesai, Rustam memanggil anaknya tapi tak kunjung datang. Beberapa menit kemudian, Rustam bersama pekerja lain menyusur lokasi lalu menemukan Malta sudah tak bernyawa.
Harimau menjadi tertuduh karena beberapa bulan sebelumnya pernah menghampiri barak pekerja. Harimau juga masuk ke pemukiman warga memangsa ternak seperti ayam, kambing hingga anjing.
Dugaan semakin kuat karena sehari usai kejadian ada jejak harimau di belakang barak tempat korban tinggal bersama ayahnya. (syu)
Berita Terkait :
- Majelis Hakim Periksa Keabsahan Hak Gugat LPPHI0
- Pansur I DPRD Nilai Pemkab Tidak Serius Soal Pemulihan Aset0
- Banjir Bandang Sapu Desa Ludai, Warga Mengungsi0
- Petani di Kampar Tangkap Truk Bawa Sawit, Diserahkan ke Polsek0
- Pansus I DPRD Kampar Kesal Banyak Mobnas Diselewengkan0
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
_Black11.png)









