- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Jokowi Ingatkan Agar Pemilu Sejuk: Jangan Politisasi Agama

Jakarta,VokalOnline.Com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh tokoh-tokoh calon presiden (capres) ataupun calon wakil presiden (cawapres) agar menjaga kondisi Indonesia tetap sejuk jelang Pemilu 2024. Ia tak ingin situasi memanas.
"Saya titip, pada kondisi dunia yang rentan saat ini semua menjaga agar kondusifitas dan situasi politik itu tetap adem. Kalau bisa, kalau enggak bisa ya anget, tapi jangan panas," kata Jokowi di acara Pembukaan Munas Hipmi di Solo Jawa Tengah, yang disiarkan daring, Senin (21/11).
Jokowi juga berharap para kandidat capres-cawapres yang maju harus beradu gagasan dan ide untuk memperbaiki Indonesia di masa mendatang.
Dia menegaskan agar capres-cawapres tidak membawa-bawa isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
"Jangan sampai panas. Apalagi bawa-bawa politik SARA, tidak, jangan. Politisasi agama, tidak, jangan," kata dia.
Jokowi mengatakan politisasi agama yang dibawa pada kontestasi politik bisa berdampak jangka panjang di masyarakat. Ia mengatakan para capres-cawapres yang maju di 2024 mesti belajar dari pengalaman sebelumnya.
"Politisasi agama kita sudah merasakan dan itu terbawa lama. Hindari ini. Lakukan politik gagasan dan ide. Tapi jangan masuk ke politik SARA, politisasi agama dan identitas. Jangan. Sangat berbahaya," tegasnya.
Sebagai informasi, acara pembukaan Munas Hipmi di Solo turut dihadiri berbagai pejabat negara. Di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI La Nyala Mataliti, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.**syafira
Berita Terkait :
- Hanya 4 Provinsi RI yang Tak Masuk Kriteria Risiko Tinggi Polio0
- Deadline Hari Ini Anwar-Muhyiddin Gerilya Cari Koalisi buat Jadi PM0
- Uang Brigadir J Rp200 Juta Dipindah ke Rekening Ricky Usai Dibunuh0
- Kontes Busana Transpuan Batal Digelar usai Diprotes Keras Ormas Islam0
- Teddy Minahasa Cabut BAP, Polda Metro Klaim Kantongi Empat Bukti0
_Black11.png)









