- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
Kadisdik Riau: Minat Pendidikan Tinggi Masih Perlu Ditingkatkan

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Kepala DinasPendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya memaparkan saat ini ada tantangan besar dunia pendidikan Riau berdasarkan data pembangunan daerah.
"Partisipasi pendidikan usia 19–24 tahun baru mencapai sekitar 31 persen, sementara lulusan sarjana di Provinsi Riau masih berada di kisaran 13 persen dari total sekitar 7 juta penduduk," kata Erisman.
Kondisi ini, menurutnya, menjadi peringatan bersama bahwa akses dan minat pendidikan tinggi masih perlu diperkuat.
Di sisi lain, meski tingkat pengangguran terbuka Riau per Agustus 2025 tercatat 4,16 persen lebih rendah dari angka nasional angka tersebut dinilai masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan realisasi investasi Riau yang konsisten masuk lima besar nasional dengan nilai mencapai puluhan triliun rupiah.
“Pendidikan ke depan tidak cukup hanya mendorong anak-anak untuk kuliah, tetapi harus relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan arah pembangunan daerah. Hari ini, dunia tidak lagi bertanya kamu lulusan mana, tetapi kamu bisa apa,” ungkapnya saat mewakili Plt Gubernur Riau membuka Riau Edutech Campus Summit 2026 di Pekanbaru, (7/1/2026).
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam mendukung pendidikan melalui beasiswa prestasi, bantuan pendidikan bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan, agar tidak ada generasi muda yang kehilangan masa depan karena keterbatasan ekonomi.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi X, Dr. Karmila Sari, menyatakan komitmennya untuk membantu membuka akses pendidikan tinggi bagi siswa Riau. Ia menegaskan akan mendorong berbagai skema bantuan dan beasiswa agar faktor biaya tidak lagi menjadi penghalang.
“Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, saya akan berupaya berkoordinasi dengan kepala sekolah dan pemangku kepentingan. Beasiswa harus menjadi solusi agar anak-anak Riau bisa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya,” pungkasnya.(**)
Berita Terkait :
- Bank Riau Kepri Ganti Uang Rp1,3 Miliar Nasabah yang Dibobol, Uang dari Mana?0
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
- Heboh Beruang Masuk Desa di Siak, Sempat Melintasi Pasar0
- Mabes Polri Diserang, Terdengar Beberapa Kali Tembakan0
- Begini Cara Teller HN Jebol Rekening Nasabah Sampai Rp1,3 Miliar0
_Black11.png)









