- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
Kolaborasi Apkasindo dan Pemerintah Perkuat UMKM Turunan Sawit

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Riau terus memperkuat sektor hilirisasi kelapa sawit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Provinsi ini memiliki sekitar 3,4 juta hektare lahan sawit dengan produksi mencapai 9,2 juta ton crude palm oil (CPO) per tahun, yang diolah oleh 287 pabrik kelapa sawit (PKS) di berbagai kabupaten dan kota.
Besarnya potensi tersebut membuat pemerintah dan para pemangku kepentingan semakin serius mempercepat pengembangan industri turunan sawit.
Sejumlah program hilirisasi yang meliputi pengembangan kelapa, pulp and paper, hingga produk turunan sawit telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan industri turunan sawit sekaligus memberi nilai tambah yang lebih besar bagi ekonomi daerah.
Ini terungkap dalam workshop yang dilaksanakan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau Sabtu (29/11/2025) di Pekanbaru. Workshop ini dihadiri sejumlah pelaku UMKM diantaranya Lanting Melayu, Rumah Tamadun, pelaku usaha perbankan dan pelaku pelaku usaha lainnya.
Perwakilan dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Provinsi Riau memaparkan bahwa pertumbuhan UMKM di Provinsi Riau yang memanfaatkan turunan dari Kelapa Sawit secara grafik meningkat naik.
"UMKM ini tersebar di Pekanbaru, Rokan Hulu, Siak, dan Bengkalis dengan berbagai produk seperti minyak makan, lilin, kerajinan dari lidi sawit, sabun, hingga pengolahan limbah non-B3," ujarnya.
Keberagaman ini menunjukkan bahwa hilirisasi sawit bukan hanya fokus pada industri besar, tetapi juga membuka peluang luas bagi masyarakat di sekitar perkebunan.
Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM terus memberikan pendampingan bagi pelaku usaha. "Diseperindagkop dan UMKM telah memberikan pelatihan, pembinaan manajemen usaha, serta fasilitasi pembiayaan dilakukan untuk membantu UMKM agar dapat naik kelas dan masuk ke pasar yang lebih luas," katanya menambahkan.
Sektor perbankan juga turut mendukung pertumbuhan UMKM ini, salah satunya upaya penyediaan modal dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat. Beberapa pelaku usaha perbankan yang hadir sebagai pembicara dalam workshop ini, Bank Tabungan Nasional, Bank Mandiri dan Bank Sumut menyebutkan bahwa mereka memiliki KUR yang dapat terus mendorong pertumbuhan UMKM di Provinsi Riau.
Anwar Sadat perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), mengapresiasi langkah Apkasindo Riau sebagai penyelenggara kegiatan, dan menekankan bahwa hampir seluruh bagian tanaman sawit memiliki potensi ekonomi.
"Dengan kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha, hilirisasi sawit di Riau diproyeksikan terus berkembang. UMKM dinilai akan menjadi motor penggerak utama ekonomi daerah dalam beberapa tahun mendatang," ujarnya.(**)
Berita Terkait :
- Begini Cara Teller HN Jebol Rekening Nasabah Sampai Rp1,3 Miliar0
- Musrenbang RKPD Kampar 2021 Berjalan Sukses0
- Teller Bank Ini Bobol Rekening Tiga Nasabah Rp1,3 Miliar0
- Saksi Sebut PT Wijaya Karya Sudah Disetting Untuk Menang0
- Komunitas Paslaku Kenalkan Potensi Wisata Riau0
_Black11.png)









